Seorang IRT Diduga Punya Masalah Keluarga Nyaris Mengakhiri Hidupnya di Jembatan Siti Nurbaya

Padang, Sumbarjaya.com ~ Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial Y (27) diduga nyaris mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas Jembatan Siti Nurbaya, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Senin (4/5/2026) dini hari.

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi menyebut, sebelum melakukan aksi berbahaya, korban sempat menghubungi petugas.

“Benar, kami menerima laporan langsung dari yang bersangkutan sekitar pukul 19.18 WIB. Korban melaporkan niatnya untuk bunuh diri dengan meloncat dari Jembatan Siti Nurbaya,” ujar Rinaldi.

Mendapat laporan darurat tersebut, Dinas Damkar Kota Padang segera mengerahkan satu unit armada rescue dari Peleton C dengan berkekuatan enam personel. Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 19.32 WIB dan langsung melakukan upaya negosiasi serta evakuasi.

Berdasarkan keterangan awal, motif aksi nekat perempuan bersuku Jawa tersebut diduga adanya permasalahan internal dalam keluarganya.

“Korban diduga sedang mengalami permasalahan keluarga yang cukup berat, sehingga merasa depresi dan berniat mengakhiri hidup. Beruntung, yang bersangkutan masih sempat melapor ke kami sehingga tindakan preventif bisa segera diambil,” kata Rinaldi.

Saat proses evakuasi dan pendampingan berlangsung cukup lama. Petugas di lapangan harus ekstra hati-hati dalam membujuk korban agar mengurungkan niatnya. Setelah hampir dua jam penanganan, situasi akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 21.38 WIB.

“Alhamdulillah, korban berhasil kita selamatkan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. Saat ini fokus kita adalah memastikan kondisi psikis korban stabil sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau pihak berwenang terkait,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan darurat jika melihat atau mengalami situasi serupa.

“Kami selalu siap siaga melalui Call Center Padang Sigap 112 atau nomor darurat Damkar di (0751) 28558. Jangan ragu untuk melaporkannya,” kata Rinaldi. ( i )