Wakil Ketua DPR RI Andre Rosiade Tinjau Langsung Lokasi Pembangunan Jalan

Tanah Datar, Sumbarjaya.com ~ Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jalan alternatif di belakang Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu (9/5/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan kronis di jalur utama Padang–Bukittinggi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Untuk pembangunan infrastruktur sepanjang 1,3 kilometer ini diproyeksikan menjadi solusi permanen bagi mobilitas masyarakat di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sepuluh Koto.
Kunjungan kerja ini juga melibatkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan proses pembebasan lahan melalui APBD Perubahan 2026.
Penegasan ini muncul setelah Andre melakukan koordinasi dengan Bupati Tanah Datar Eka Putra guna memastikan kesiapan anggaran daerah untuk mendukung proyek strategis tersebut.
“Insya Allah setelah APBD Perubahan, anggaran sudah siap. September kita bisa eksekusi sehingga akhir 2026 ini lahan sudah siap,” ujarnya.
“Pada Desember 2026 Insya Allah lahannya sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, sehingga kita bisa masukkan di IJD 2027,” kata Andre.
Dari data BPJN Sumatera Barat menunjukkan bahwa proyek ini membutuhkan lahan seluas kurang lebih 21.000 meter persegi.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menyebutkan bahwa sekitar 11 unit rumah warga akan terdampak oleh proses pembebasan lahan untuk jalur baru tersebut.
Dalam langkah dan penyesuaian anggaran saat ini masih terus dilakukan oleh pihak BPJN mengingat adanya fluktuasi harga aspal di pasar.
Meskipun terdapat dinamika biaya konstruksi, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diklaim berjalan lancar untuk memastikan proyek masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2027.
Sesuai target eksekusi fisik pembangunan jalan alternatif ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.
Andre Rosiade optimistis kolaborasi lintas instansi ini dapat mengakhiri persoalan kemacetan klasik yang selama ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan di kawasan Pasar Koto Baru tersebut. (S.A)
