Akses Jalan Pura Patontang Hanya Butuh Keberpihakan, Anggota DPRD : Anggaran Rp3 Miliar Tidak Besar Demi Kesejahteraan Warga

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil kembali disuarakan. Tokoh Masyarakat Pasaman Barat yang juga mantan anggota DPRD Sumatera Barat asal Koto Balingka, Syamsul Bahri, menilai Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat beserta DPRD harus segera mengarahkan prioritas pembangunan menuju wilayah Rura Patontang, Nagari Batahan Utara.
Menurutnya, persoalan utama yang menghambat pembukaan akses di daerah tersebut bukanlah soal sulitnya medan, melainkan semata-mata soal keberpihakan dan kemauan politik pemerintah untuk merealisasikannya.
“Pembangunan ke sana ini sebenarnya hanya tentang keberpihakan. Jika pemerintah sudah memiliki keinginan kuat untuk membangun dan memfasilitasi warga, pasti jalan keluar maupun anggarannya akan bisa dicarikan. Masa iya anggaran yang relatif sedikit itu tidak mampu dipenuhi?” tegas Syamsul Bahri, saat diwawancarai, Sabtu (16/5/2026).
Anggaran Sekitar Rp3 Miliar, Termasuk Jembatan.
Meskipun tidak menyebutkan rincian hitungan teknis, Syamsul Bahri mengungkapkan berdasarkan data yang diperolehnya, untuk membuka akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat hingga ke lokasi, diperkirakan hanya membutuhkan dana sekitar Rp3 Miliar. Nilai tersebut pun sudah mencakup pembangunan jembatan penunjang di sepanjang jalur tersebut.
Ia menegaskan, nilai anggaran tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan dampak positif dan manfaat jangka panjang yang akan dirasakan ribuan masyarakat setempat.
“Anggaran segitu itu tidak besar. Sangat sebanding bila kita lihat manfaatnya bagi mobilitas warga, akses kesehatan, hingga kelancaran ekonomi masyarakat Rura Patontang dan sekitarnya,” tambahnya.
Bisa Melibatkan Pemprov Sumbar.
Lebih lanjut, politisi senior ini juga memberikan pandangan strategis terkait sumber pendanaan. Menurutnya, pembangunan tersebut tidak harus dibebankan sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasaman Barat.
Pemerintah Kabupaten bisa menjalin kerja sama dan melobi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk turut berperan serta.
“Bukan hanya Pasaman Barat, Pemprov Sumbar juga sangat mungkin ikut membangun akses ini. Kuncinya ada pada komunikasi dan lobi yang intens dari pemerintah daerah ke provinsi. Ini jalan terbaik agar beban tidak berat di satu sisi saja,” ujarnya.
Harapan Bagi Masa Depan Wilayah Terpencil.
Syamsul Bahri berharap, pasca peristiwa memilukan yang terjadi belakangan ini, kesadaran pemerintah dan wakil rakyat semakin meningkat. Pembukaan akses jalan ini dinilai sangat urgen agar masyarakat tidak lagi kesulitan, baik saat mencari pengobatan maupun menjalankan roda perekonomian.
“Kami berharap ada perhatian serius. Agar ke depannya warga Rura Patontang juga bisa menikmati fasilitas jalan yang layak, aman, dan nyaman sama seperti warga di daerah lain. Jangan biarkan wilayah ini tertinggal,” pungkasnya. (Adi)
