Sinergi Pemkab Pasaman Barat dengan BI Sumbar, Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat Lewat Potensi Lokal

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) periode Februari 2026, di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan strategis ini menjadi wadah evaluasi sekaligus perumusan langkah konkret menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika nasional maupun global.


Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pemangku kepentingan terkait yang berperan penting dalam rantai pasok dan harga kebutuhan pokok.

Dalam arahannya, Bupati Pasaman Barat H. Yulianto menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar urusan menjaga angka harga, melainkan upaya menjamin keberlangsungan hidup masyarakat. Menurutnya, stabilitas harga sangat berkaitan erat dengan kemampuan daya beli rakyat, kesejahteraan, serta keberlanjutan roda perekonomian daerah.
“Pengendalian inflasi bukan hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat, melindungi kesejahteraan rakyat, serta memastikan roda perekonomian daerah tetap bergerak sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Fluktuasi harga bahan pangan, gangguan jalur distribusi, perubahan pola cuaca yang memengaruhi hasil panen, hingga ketidakpastian ekonomi global menjadi ujian yang menuntut sinergi kuat dari seluruh pihak.
Bupati melihat Pasaman Barat memiliki modal besar untuk menjawab tantangan tersebut melalui kekayaan sumber daya alam.
“Pasaman Barat memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan. Potensi inilah yang menjadi kekuatan utama kita menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pemulihan ekonomi daerah,” ujarnya.
Berbagai langkah strategis telah dan terus ditempuh pemerintah daerah, mulai dari menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok, memperlancar distribusi antarwilayah, menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM), meningkatkan produktivitas pertanian, hingga memperkuat koordinasi lintas instansi di bawah payung TPID.
Salah satu terobosan unik dan nyata yang diunggulkan adalah program lomba penanaman cabai yang digelar di setiap nagari. Langkah ini dirancang khusus untuk menekan laju inflasi yang kerap dipicu oleh lonjakan harga komoditas hortikultura yang sangat fluk. (Adi)
