Peran Ganda Masjid di Padang Panjang, Pusat Ibadah dan Edukasi Mitigasi Bencana

Padang Panjang, Sumbarjaya.com ~ Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengajak seluruh pengurus masjid dan musala untuk memperluas peran rumah ibadah tidak hanya sebagai pusat pembinaan keimanan, tetapi juga sebagai sarana strategis edukasi kebencanaan.
Ajakan ini disampaikan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat Kota Padang Panjang dalam menghadapi potensi bencana alam sekaligus menjaga identitas kota sebagai “Serambi Mekkah”.
Imbauan tersebut disampaikan Hendri Arnis saat menghadiri pertemuan bersama para pengurus masjid, musala, tokoh masyarakat, unsur organisasi keagamaan, serta insan pers di Kota Padang Panjang, pada Sabtu (6/6/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi para pemuka agama dan pengurus rumah ibadah yang telah aktif membina kehidupan beragama di daerah tersebut.
Hendri menekankan bahwa masjid dan musala memiliki posisi sentral dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kohesi sosial.
Ia mengingatkan bahwa ramainya kegiatan keagamaan di rumah ibadah akan mendatangkan keberkahan bagi masyarakat. Sebaliknya, menjauhnya masyarakat dari nilai akidah dapat menjadi tantangan bagi stabilitas sosial.
“Kami menitipkan harapan kepada seluruh pimpinan masjid dan musala untuk bersama-sama mengajak masyarakat menjaga keimanan, meramaikan masjid, serta menghindari hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari ajaran agama,” ujarnya.
Hal ini sejalan dengan identitas Padang Panjang sebagai kota religius dan kota pendidikan. Hendri menilai modal sosial ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan agama yang dimulai dari sekolah maupun masjid, guna menjaga ketahanan keluarga dan lingkungan.
Selain fungsi spiritual, Hendri mengusulkan pemanfaatan momen berkumpulnya jamaah di masjid untuk disseminasi informasi penting, khususnya terkait mitigasi bencana.
Melalui pengajian atau pertemuan rutin, pengurus masjid dapat menyisipkan edukasi mengenai langkah-langkah tanggap darurat saat terjadi gempa bumi, longsor, atau kebakaran.
“Melalui masjid dan sekolah, kita dapat menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai kebencanaan, apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, longsor, kebakaran, dan berbagai kondisi darurat lainnya,” jelas Hendri.
Metode ini dinilai lebih efektif karena menjangkau lapisan masyarakat secara langsung melalui kepercayaan yang sudah terbangun terhadap lembaga keagamaan.
Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, lembaga pendidikan, dan elemen masyarakat lainnya dapat terus diperkuat.
Kolaborasi ini ditujukan untuk mewujudkan Kota Padang Panjang yang tidak hanya religius, tetapi juga aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Dengan menggabungkan kekuatan iman dan pengetahuan mitigasi bencana, masyarakat diharapkan mampu melindungi diri dan lingkungannya secara lebih baik. (Edy)
