Peresmian Bedah Rumah Warga Kurang Mampu, Rangkaian Dalam Menyambut Hari Bhayangkara ke- 80 Tahun 2026

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K, secara resmi menggelar peresmian peletakan batu pertama program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kampung Paju Anggang, Jorong Famili Koto Panjang, Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Kinali AKP Feri Yuzaldi, para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasaman Barat, Penjabat Wali Nagari Anam Koto Utara Hendri Fiterson, perwakilan Badan Musyawarah (Bamus) Nagari, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Dalam kata sambutannya, Kapolres Pasaman Barat menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “Tahun Mengabdi Untuk Masyarakat”.

“Ini merupakan salah satu wujud kepedulian Polri dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 guna membantu masyarakat yang kurang mampu melalui program bedah rumah. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Kapolres.
Bantuan bedah rumah ini diserahkan khusus kepada Nenek Kartini (80 tahun), warga yang tinggal bersama dua cucunya yang masih kecil, berusia 8 tahun dan 3 tahun.
Kedua anak tersebut adalah yatim piatu, dan selama ini mereka bertiga menempati rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni, sehingga membutuhkan perhatian dan bantuan segera.
Melalui program ini, rumah milik Nenek Kartini akan dibangun ulang dengan ukuran 8 x 6,5 meter, dirancang menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman untuk ditinggali.
Proses pembangunan diperkirakan berlangsung selama tiga minggu ke depan, dengan melibatkan personel Polsek Kinali, unsur Forkopimca, serta gotong royong seluruh elemen masyarakat Kampung Paju Anggang.
“Pengerjaan rumah ini diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama membantu dan bergotong royong agar pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” jelas Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan sarana mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Kegiatan kemanusiaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut peduli dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
“Dengan adanya kegiatan kemanusiaan Polri Berbagi ini, diharapkan hubungan antara Kepolisian dan masyarakat semakin erat, serta menumbuhkan rasa solidaritas demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” pesannya.
Kapolres berharap setelah rumah selesai dibangun, Nenek Kartini dan kedua cucunya dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan tentram.
Semangat Bhayangkara diharapkan terus hadir dalam setiap langkah pengabdian, menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga Pasaman Barat.
Kegiatan bedah rumah ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Pasaman Barat dalam mengisi momen Hari Bhayangkara dengan aksi positif, memperkuat sinergi, dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta harmonis bagi semua. (Adi)
