Antrean Panjang Bio Solar Hantui Pasaman Barat, Warga Keluhkan Dampak Ekonomi

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Pasaman Barat – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar dalam beberapa pekan terakhir menghantui masyarakat Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Antrean panjang kendaraan, terutama truk dan kendaraan angkutan umum, terlihat setiap hari di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.

“Sudah hampir dua minggu ini susah sekali dapat Bio Solar. Antreannya panjang sekali, kadang sampai berjam-jam,” ujar Supir Truk, seorang sopir truk yang biasa mengangkut hasil bumi dari Pasaman Barat ke Medan, Sumatera Utara, saat ditemui di salah satu SPBU di Simpang Empat, Jumat (17/10/2025).

Kelangkaan Bio Solar ini berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Banyak sopir truk yang terpaksa menunda perjalanan mereka, sementara para petani dan pedagang juga kesulitan mendistribusikan hasil panen dan barang dagangan mereka.

“Kalau BBM susah, otomatis biaya transportasi naik. Ini sangat membebani kami sebagai petani,” keluh Bapak Tani, seorang petani sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo.

Pihak SPBU mengakui adanya pengurangan pasokan Bio Solar dari Pertamina. Mereka juga menduga adanya praktik penimbunan oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kami sudah melaporkan masalah ini ke Pertamina dan pemerintah daerah. Kami berharap ada solusi secepatnya agar kelangkaan Bio Solar ini tidak berlarut-larut,” ujar Manajer SPBU.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan Bio Solar ini. Mereka juga berjanji akan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM di wilayah tersebut.

“Kami akan tindak tegas siapa saja yang terbukti melakukan penimbunan atau praktik ilegal lainnya yang menyebabkan kelangkaan Bio Solar ini,” tegas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pasaman Barat.

Masyarakat Pasaman Barat berharap pemerintah dan Pertamina segera menemukan solusi agar kelangkaan Bio Solar ini dapat diatasi dan aktivitas ekonomi masyarakat semoga kembali normal. (Adi Candra)