Kantor Pelayanan Atau Lahan Parkir Industri : Truk CPO Muncul di MPP Solok, Tertib Administrasi Daerah di Pertanyakan

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Daerah Solok yang seharusnya menjadi simbol disiplin dan ketertiban aparatur.

Mendadak tercoreng oleh pemandangan tak biasa. Sebuah truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) terlihat parkir mencolok di lapangan Mall Pelayanan Publik (MPP) Solok), Senin (27/10/2025).

Pemandangan ini langsung menyita perhatian. Di tengah deretan pegawai negeri yang berbaris rapi mengikuti apel, sebuah truk industri berdiri gagah di kawasan yang semestinya steril dari aktivitas non-pemerintahan.

Publik pun bertanya-tanya : Apakah kawasan MPP kini berubah fungsi menjadi lahan parkir industri sawit..??.

“Tempat ini dibangun untuk pelayanan publik, bukan parkiran truk pengangkut minyak sawit. Kalau yang begini dibiarkan, di mana lagi wibawa pemerintahan bisa dijaga?” ujar seorang ASN dengan nada kecewa dan mengelus dada.

Peristiwa ini menyulut kritik keras dari kalangan ASN dan masyarakat. Banyak yang menilai, hal tersebut bukan sekadar soal parkir, tapi cermin lemahnya kesadaran dan disiplin dalam menjaga simbol pemerintahan yang tertib dan berwibawa.

MPP yang seharusnya mencerminkan pelayanan cepat dan profesional kini justru menghadirkan ironi di depan mata: truk industri berdampingan dengan barisan ASN yang tengah berdisiplin mengikuti apel.

Beberapa saksi menyebut truk itu sudah berada di lokasi sejak pagi. Anehnya, tidak ada yang menegur atau mengarahkan agar kendaraan tersebut keluar dari area publik tersebut.

Fakta ini semakin memperkuat kesan bahwa pengawasan dan kepedulian di lingkungan pemerintahan mulai longgar, bahkan terhadap hal yang paling kasat mata sekalipun.

“Kalau satu truk bisa bebas parkir di sini tanpa teguran, maka jangan heran kalau masyarakat menilai pemerintah tak mampu menertibkan dirinya sendiri,” ujar seorang warga dengan nada sinis.

Kejadian ini juga menyinggung sisi keamanan dan estetika kawasan pemerintahan. Kendaraan pengangkut CPO membawa muatan industri yang berisiko, dan keberadaannya di area perkantoran jelas tak sejalan dengan semangat pelayanan publik yang aman, tertib, dan nyaman.

MPP Solok bukan sekadar gedung, ia adalah simbol pelayanan rakyat. Di tempat itulah wajah birokrasi dipertontonkan, tempat di mana masyarakat berharap menemukan ketertiban, bukan kelengahan.

Karena itu, insiden ini telah menodai citra tata kelola pemerintahan, menunjukkan bahwa disiplin yang sering digaungkan masih berhenti pada upacara, belum menjadi budaya nyata.

“Simbol ketertiban itu bukan diucapkan lewat mikrofon apel, tapi ditunjukkan dengan tindakan nyata. Kalau lingkungan sendiri tak bisa diatur, bagaimana dengan urusan masyarakat?” tutur seorang tokoh publik Solok dengan nada tajam.

Kritik publik kini bergulir kencang. Banyak pihak menilai, Pemkab Solok harus segera berbenah secara internal, bukan sekadar mencari kambing hitam.

Kejadian ini harus menjadi cermin reflektif — bahwa ketertiban birokrasi dimulai dari hal-hal sederhana, dari halaman sendiri, dari kesadaran untuk tidak membiarkan yang keliru menjadi kebiasaan.

MPP Solok dibangun sebagai wajah baru pelayanan publik yang modern, namun satu truk yang parkir tanpa arah telah cukup untuk memperlihatkan bahwa masih ada celah besar dalam menjaga citra dan wibawa pemerintahan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang. Publik menunggu langkah nyata, bukan sekadar kata-kata. Karena pemerintahan yang tertib dimulai dari ketegasan di rumahnya sendiri. (Yef)