Tambang di Pasaman Barat Beri Dampak Positif Bagi Perekonomian Masyarakat

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Keberadaan industri pertambangan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mulai dirasakan manfaatnya oleh sebagian masyarakat. Meskipun tidak serta merta mengubah kehidupan secara instan, namun sektor ini memberikan harapan baru bagi peningkatan ekonomi keluarga.

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sebelum adanya tambang, ia dan keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sejak tambang beroperasi, ia mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang cukup untuk menopang ekonomi keluargakeluarga,” ujarnya Rabu (29/10/2025).

“Dulu susah sekali, sekarang alhamdulillah, bisa sedikit demi sedikit mencukupi kebutuhan,” sebutnya.

Kehadiran tambang tidak hanya membuka lapangan kerja langsung, tetapi juga memberikan efek domino bagi sektor lain. Warung makan, toko kelontong, dan jasa transportasi ikut merasakan dampak positifnya.

Para pekerja tambang membutuhkan tempat tinggal, makanan, dan berbagai kebutuhan lainnya, sehingga memutar roda perekonomian di sekitar lokasi tambang.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga mengakui kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan daerah. Pajak dan retribusi dari perusahaan tambang menjadi salah satu sumber pendapatan yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan program-program sosial.

“Kami terus berupaya agar keberadaan tambang ini memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Pasaman Barat,” ujar seorang pejabat pemerintah daerah.

Namun demikian, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pengelolaan tambang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perusahaan tambang diwajibkan untuk mematuhi peraturan lingkungan dan melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat.

“Kami tidak ingin tambang hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Efek positif nya sudah Bagus, namun terkait tambang nya harus jelas, tambang rakyat dengan mendulang tradisional bukan Perusahaan Asing, atau Tenaga Kerja Asing, tapi Putra Daerah dan warga setempat, mereka berharap untuk segera di realisasikan menjadi WPR (Tambang Rakyat).

Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan sektor pertambangan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Pasaman Barat. (Adi Candra)