Dinas Sosial Pasaman Barat Terus Menujukkan Komitmennya, Dalam Menekan Angka Anak Putus Sekolah

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka anak putus sekolah melalui kegiatan pendampingan sosial berbasis kolaborasi.

Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) salah satunya adalah Yayasan Gerakan Bunda Berbagi (YGBB), lembaga sosial yang aktif di bidang pendidikan dan kesejahteraan anak, Kamis (30/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial melalui Pendamping Rehabilitasi Sosial melakukan asesmen sosial dan kebutuhan dasar untuk mengetahui kondisi dan potensi anak-anak yang putus sekolah, agar dapat diarahkan kembali ke jalur pendidikan.

Program ini menyasar satu keluarga di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, yang mengalami kesulitan ekonomi hingga menyebabkan anak-anaknya berhenti sekolah.

Kondisi keluarga tersebut cukup memprihatinkan. Penghasilan kepala keluarga yang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari membuat biaya pendidikan menjadi beban tambahan yang sulit dipenuhi.

Menyikapi hal itu, Dinas Sosial menggandeng YGBB untuk memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak dalam keluarga tersebut.

Eka Putri Anggrani, S.Sos. selaku Pendamping Rehabilitasi Sosial, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil kolaborasi tersebut.

“Alhamdulillah, keluarga psikososial mendapatkan bantuan pemenuhan hidup layak, selain itu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak YGBB bersedia memfasilitasi pengasuhan bagi 2 anak dan 3 anak lainnya diberikan bantuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Randi Hendrawan, S.IP, M.Si., Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Gerakan Bunda Berbagi yang telah membantu pengasuhan dan Pendidikan anak anak psikososial. Dimana tumbuh kembang dan Pendidikan merupakan hak dasar bagi anak.

Pengurus YGBB menambahkan bahwa lembaganya berkomitmen untuk membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak rentan melalui pendekatan kasih, edukasi, dan partisipasi masyarakat.

“Kami percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari kepedulian kecil. Setiap anak berhak atas kesempatan yang sama untuk belajar dan tumbuh menjadi generasi tangguh,” tuturnya.

Pendampingan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat membuka peluang baru bagi generasi muda.

Langkah kolaboratif tersebut diharapkan menjadi model sinergi lintas sektor dalam menekan angka anak putus sekolah sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.

Dengan adanya bentuk kolaboratif dari dinas sosial terhadap anak yang putus sekolah atau kuranng dana untuk sekolah ,sekarang dengan adanya bentuk kerjasama dengan dinas sosial masyarakat pasaman barat.

Kedepan agar bisa lebih baik dalam meningkatkan jenjang pendidikan yang lebih baik dan ini tidak terlepas dari kerjasama pemda setempat.

“Bapak Bupati Pasaman Barat, bersama jajarannya mengatakan, anak anak yang kurang mampu atau putus sekolah bisa bersekolah lagi sebagai mana layaknya anak anak yang ada disekolah sekarang ini,” katanya. (Adi Candra)