Polisi Selidiki Dugaan Kasus Perusakan dan Penganiayaan di Alahan Panjang

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi diduga melakukan perusakan dan penganiayaan di kawasan wisata Puncak Galagah, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, berapa hari lalu.
Dalam aksi tersebut, tampak sejumlah massa mendatangi sebuah villa dan melakukan perusakan hingga membakar beberapa fasilitas di lokasi.
Diduga, peristiwa itu dipicu oleh pertikaian antara pemilik villa dengan pengemudi mobil lain di jalan sempat adu mulut di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang beredar melalui akun Instagram @adhiqhyputera, kejadian bermula saat pemilik villa hendak turun dari kawasan menggunakan mobil pribadi.
Di tengah jalan yang hanya cukup untuk satu kendaraan, mobil tersebut berpapasan dengan kendaraan lain yang menanjak.
Pemilik villa kemudian berhenti untuk memberikan jalan. Namun, tidak lama kemudian muncul dua mobil bermuatan bawang dari arah atas.
Pemilik villa meminta mobil bermuatan tersebut untuk mundur agar mobil lain yang membawa pupuk bisa lewat. Permintaan itu ditolak dengan alasan muatan bawang terlalu berat untuk dimundurkan.
Situasi pun memanas hingga terjadi adu mulut dan berlanjut menjadi perkelahian fisik. Tidak lama berselang, massa berdatangan dan diduga melakukan aksi perusakan di villa tersebut.
Dalam video yang beredar, tampak kaca pecah, bangunan rusak, serta beberapa properti terbakar.
Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Efrian Mustaqim Batiti, melalui KBO Reskrim IPTU Hengki Suhendra, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.
“Kami telah menerima laporan terkait adanya kejadian tersebut,” ujar Iptu Hengki Suhendra saat dikonfirmasi, Rabu (5/11/2025).
Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat.
“Anggota kami sudah ke lokasi kejadian guna melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hengki juga membenarkan adanya unsur penganiayaan dan perusakan dalam insiden tersebut. Namun, ia menegaskan tidak ditemukan adanya aksi penjarahan di lokasi kejadian. (Rizal)
