Pemprov Sumbar Maksimalkan Penanganan Darurat, Seluruh Daerah Sudah Terakses

Padang, Sumbarjaya.com ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) memastikan seluruh wilayah terdampak banjir bandang dan longsor telah terakses.
Melalui jalur darat, roda dua, maupun transportasi udara. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, di Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (5/12/2025).
“Alhamdulillah, sekarang ini sudah terakses semuanya dan tidak ada lagi yang tidak terakses walaupun ada yang melalui roda dua, ada yang melalui pesawat, ada yang melalui helikopter,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur Mahyeldi, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk permakanan serta kebutuhan harian lainnya, terus dilakukan secara bertahap.
Pemprov juga memprioritaskan penanganan daerah-daerah yang berada di sepanjang aliran sungai yang mengalami pelebaran signifikan akibat terjangan galodo.
“Tinggal sekarang ini adalah bagaimana untuk (perbaikan akses) karena dia sungai, yang dulunya cuma 50 meter sampai 100 meter, 200 meter, mungkin perlu ada jembatan penghubung,” sebutnya.
Gubernur menyebutkan bahwa distribusi bantuan masyarakat dan pemerintah dapat berjalan dengan lebih merata setelah akses darurat terhubung.
Lebih dari 300 ton beras juga telah disalurkan melalui dinas sosial dan dapur umum di kabupaten/kota, termasuk dukungan dari TNI dan Polri.
“Kita sudah mendistribusikan beras 300 ton lebih itu bisa terdistribusi untuk masyarakat, dan kemudian kita akan dapat laporan umum melalui dinas sosial, yang lain kita punya dapur-dapur umum yang bisa mencukupi kebutuhan harian,” jelasnya.
Pada fase darurat yang ditetapkan hingga 8 Desember, sejumlah daerah telah menunjukkan perkembangan penanganan yang lebih baik. Sawahlunto, Kota Solok, Bukittinggi, dan Payakumbuh dinilai mulai pulih.
Namun beberapa wilayah masih mengalami kendala berat, terutama Agam, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan sebagian wilayah Kota Padang serta Pasaman.
Akses menuju sejumlah lokasi masih menghadapi hambatan, terutama akibat longsor dan kerusakan jembatan.
Mahyeldi menyampaikan bahwa beberapa titik di Agam, Maninjau, Lembah Anai, Pelembayan, dan Matur masih memiliki jalur rusak yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Masih ada longsor-longsoran yang belum terbesihkan. Tapi sudah bisa dilewati dengan motor… Dari Subarang Aia sampai ke Maninjau, sudah bisa dilewati. Dari Lembah Anai juga sudah bisa dilewati dengan sepeda motor,” ujarnya.
Sementara itu aliran listrik di sejumlah titik masih dalam proses pemulihan bertahap. Beberapa wilayah di sekitar Danau Maninjau, Pelembayan, dan Matur belum dialiri listrik menunggu perbaikan infrastr
Gubernur menegaskan bahwa penanganan darurat dilakukan melalui sinergi pemerintah pusat, kementerian, BNPB, TNI, Polri, serta dukungan dunia usaha dan masyarakat perantau.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir rob dan cuaca ekstrem hingga 7 Desember sesuai peringatan BMKG.
“Mudah-mudahan saudara kita yang meninggal syahid… dan kepada yang terdampak, mereka harus berada di tempat yang aman karena potensinya masih ada,” katanya.
Gubernur turut menyampaikan pesan Presiden agar masyarakat terdampak tidak merasa sendirian. “Pak Presiden sampaikan bahwasannya yang terkena musibah, mereka tidak akan sendirian.
Mahyeldi menjelaskan bahwa fase rekonstruksi akan menjadi pekerjaan besar mengingat skala kerusakan yang ditimbulkan bencana.
Ada tercatat sebanyak 111 jembatan rusak, serta kerusakan pada jalan, tebing, sekolah, rumah ibadah, sarana kesehatan, kantor pemerintahan, pasar, dan lahan pertanian.
Gubernur menegaskan bahwa seluruh pihak diminta menjaga soliditas dan fokus membantu masyarakat. “Sekarang saatnya kita membantu masyaraka, ayo kita tetap bangun soliditas,” kata Gubernur Mahyeldi. ( i )
