Lambatnya Pengerjaan Jalan Lintas Provinsi, di Nagari Pasanggiang Talu Bikin Warga Keluh Kesah

Talu, Sumbarjaya.com ~ Warga Nagari Pasanggiang Talu, Kabupaten Pasaman Barat mengungkapkan kecewa terhadap lambatnya pengerjaan jalan lintas Provinsi, yang sedang diperbaiki di daerah mereka, apalagi jalan tersebut sempat terputus akibat longsor beberapa waktu lalu.

Pengerjaan jalan yang dimulai sejak bulan April 2025 ini ternyata belum menunjukkan kemajuan yang memuaskan, membuat akses transportasi semakin sulit dan berdampak langsung pada kenaikan harga barang pokok seperti LPG dan minyak roda dua, Rabu (10/12/2025).

“Sudah lama jalan ini tidak selesai, malah semakin parah kondisinya. Bahkan sempat terputus karena longsor, dan sudah seminggu lebih penanganannya belum selesai,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia menambahkan, setiap kali tim pekerja menimbun jalan untuk sementara, kendaraan roda empat dan roda dua langsung melaluinya, membuat penimbunan hancur dan pengerjaan tidak kunjung selesai.

“Seharusnya dibikin jalan sementara khusus untuk roda dua, jadi alat berat bisa bekerja dengan lancar. Distop dulu akses untuk kendaraan roda empat biar pekerjaan cepat selesai,” tegas dia.

Dilaporkan, harga LPG di daerah tersebut kini mencapai Rp55.000 per tabung, sedangkan minyak kendaraan roda dua (premium) meraih harga Rp20.000 per liter, jauh di atas harga standar yang berlaku di daerah lain.

Keluhan warga Talu bahkan sudah sampai ke Bapak Jorong Perhimpunan Pasanggiang Talu. “Tapi harus bagaimana, kita hanya bisa berharap agar jalan ini bisa cepat selesai,” ujar Bapak Jorong tersebut.

Warga Nagari Pasanggiang Talu juga menyampaikan harapan besar agar pengerjaan jalan ini segera selesai.

“Kita berharap jalan cepat jadi, agar masyarakat bisa beraktifitas seperti semula dan harga bahan pokok bisa kembali normal lagi,” ujar warga tersebut mewakili teman-temannya.

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat atau pihak penanggung jawab pengerjaan terhadap keluhan dan harapan masyarakat. (Adi Candra)