Longsor di Pasanggiang Talu dan Batang Tinggam, Nagari Sinuruik, Sampai Saat ini Belum Mendapatkan Huntara

Talamau, Sumbarjaya.com ~ Memasuki Minggu Ke- 3 di bulan Desember 2025 puluhan warga yang menjadi korban terdampak bencana tanah longsor di kawasan Nagari Pasangging Talu dan Batang Tinggam, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (23/12/2025).
Sampai saat ini, dilaporkan masih belum mendapatkan kepastian, terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Nagari Talu berharap agar hunian sementara dipercepat demi untuk kelancaran aktipitas masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Jika ada huntara, korban tidak menompang ke tetangga atau saudaranya, oleh karena itu mohon perhatian nya dari pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Sampai detik ini, sebagian besar warga yang rumahnya tertimbun material tanah longsor terpaksa masih bertahan di tempat pengungsian, masih menumpang di rumah kerabat dengan kondisi yang memprihatinkan.
Kondisi di Lapangan saat ini belum stabil, berdasarkan pantauan di lokasi, sisa-sisa material longsor masih terlihat di beberapa titik pemukiman warga.

Ada yang mengeluhkan lambatnya respon dari pemerintah daerah, dalam menyediakan hunian sementara yang layak bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal secara total.
”Kami sudah tidak punya rumah lagi, semua tertimbun. Sampai sekarang kami hanya bisa menunggu janji pemerintah soal hunian sementara, tapi belum ada tanda-tanda pembangunannya,” ujar salah seorang warga.
Ketersediaan akses air bersih dan toilet yang masih minim di Nagari Pasanggiang Talu, dan Batang Tinggam Bateh Samuik Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Di pasca bencana lalu, banyak warga kehilangan mata pencahariannya, karena lahan pertanian mereka juga ikut tertimbun.
Harapan korban kepada pemerintah daerah dan kepada pemerintah Provinsi Sumatera Barat, maupun melalui Dinas Terkait.
Untuk segera merealisasikan pembangunan huntara sebelum memasuki musim penghujan berikutnya, yang dikhawatirkan akan memperparah kondisi psikis dan fisik para korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman belum memberikan pernyataan resmi, terkait kendala teknis atau jadwal pasti dimulainya pembangunan huntara bagi warga Pasangging Talu, dan Batang Tinggam
yang diketahui pada saat ini masih kehilangan tempat tinggal. (Adi Candra)
