Pascabencana Pasanggiang Talu, Batang Tinggam, Nagari Sinuruik Diduga Tidak di Respon oleh Pemerintah Daerah

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Pascabencana yang melanda Pasanggiang Talu, Batang Tinggam, Nagari Sinuruik diduga tidak di respon oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat untuk mendirikan hunian sementara (HUNTARA).
Sampai berita ini ditayangkan untuk yang kedua kalinya di Media Online Sumbarjaya.com pada Jumat (26/12/2025).
Pada saat kami memantau kelokasi terdampak bencana longsor yang ada di Nagari Pasanggiang dan Batang Tinggam, Nagari sinuruik, Kecamatan Talamau sudah Memasuki Minggu Ke- 4 di bulan Desember 2025.

Puluhan warga yang menjadi korban terdampak langsung bencana dan tanah longsor di kawasan Nagari Pasangging Talu dan Batang Tinggam, Nagari Sinuruik.
Kedua titik longsor ini belum ada berdiri satupun hunian sementara (HUNTARA) untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga yang terkena bencana ini.
Sampai saat ini, masyarakat yang kehilangan tempat tinggal masih belum mendapatkan kepastian, terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) tersebut, dan masyarakat berharap kepada pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Warga meminta, tolong perhatikan kami, karena tidak mungkin tinggal di posko berlarut lamat,” ujar salah satu warga yang kehilangan tempat tinggalnya.
Pemerintah Nagari Talu berharap agar hunian sementara dipercepat demi untuk kelancaran aktipitas masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Apa lagi akses jembatan menuju perkebunan kami terputus, jika huntara ini belum ada bagaimana masyarakat kami akan mencari nafkah buat menghidupkan keluarga kami,” kata Bapak Iman yang tinggal di Jorong Perhimpunan Pasanggiang Talu.

Jika sudah ada huntara, warga selaku korban bencana tidak menompang ke tetangga atau saudaranya, oleh karena itu mohon perhatian nya dari pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
“Tolong jangan dibiarkan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal ini terlonta lonta numpang sana sini kami mohon kepada donatur dan pemerintah kabupaten pasaman barat perhatikan kami,” katanya.
Sampai detik ini, sebagian besar warga yang rumahnya tertimbun material tanah longsor, terpaksa masih bertahan di tempat pengungsian, masih menumpang di rumah kerabat dengan kondisi yang memprihatinkan.
Di Lapangan. “Kami melihat akses jalan belum stabil huntara pun tidak ada berdiri satu pun ditempat kejadian bencana longsor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sisa-sisa material longsor masih terlihat di beberapa titik pemukiman warga Pasanggiang Talu, walaupun sudah digorokan buat mengangkat puing puing rumah akibat tanah longsor.
Pada saat ini masih ada yang mengeluhkan lambatnya respon dari pemerintah daerah, dalam menyediakan hunian sementara (HUNTARA) yang layak bagi mereka yang diketahui kehilangan tempat tinggal secara total.
”Kami sudah tidak punya rumah lagi, semua tertimbun. Sampai sekarang kami hanya bisa menunggu janji pemerintah soal hunian sementara, tapi belum ada tanda-tanda pembangunannya,” ujar salah seorang warga.
Ketersediaan akses air bersih dan toilet yang masih minim di Nagari Pasanggiang Talu, dan Batang Tinggam Bateh Samuik Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Di pascabencana lalu, banyak warga kehilangan mata pencahariannya, karena lahan pertanian mereka juga ikut tertimbun.
Harapan korban kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun melalui Dinas terkait.
Untuk segera merealisasikan pembangunan huntara, sebelum memasuki musim penghujan berikutnya, yang dikhawatirkan akan memperparah kondisi psikis dan fisik para korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Hingga kini diduga belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala teknis atau jadwal pasti dimulainya pembangunan HUNTARA, bagi warga Pasangging Talu, dan Batang Tinggam. (Adi)
