Krisis Air Bersih di Kelurahan Pasar Ambacang, Kota Padang

Padang, Sumbarjaya.com ~ Krisis air bersih yang dialami warga Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang yang mengandalkan sumber air dari sumur gali.
Seorang warga Irita, warga Pasar Ambacang mengatakan, air sumurnya menyusut di pasca banjir bandang lalu. Kemudian semakin mengering sejak Januari karena hujan juga tidak lagi turun,” katanya Rabu (21/1/2026).
Dengan kondisi ini, untuk memenuhi kebutuhan air ia mengandalkan bantuan yang dikirim melalui mobil tangki. Namun bantuan air tidak datang setiap hari.
“Kadang kadang mobil tangki air datang, kadang tidak. Pakai airnya dihemat-hemat. Bahkan, cuci baju terpaksa setiap dua minggu,” ujarnya.
Krisis air bersih juga terjadi di Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, ember-ember warga dalam berbagai ukuran ditata di depan rumah untuk menampung bantuan air.
Warga Binuang Kampung Dalam mengatakan, sumurnya kering pascabanjir November 2025 lalu. Kekeringan diduga karena rusaknya aliran Sungai Batu Busuak. Perubahan aliran dan kerusakan irigasi membuat resapan air ke sumur warga hilang pascabencana.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, kekeringan terjadi akibat jaringan irigasi rusak, sehingga tidak mengalir ke sawah dan sumur-sumur resapan milik warga.
“Sebagian besar warga yang tinggal di wilayah hulu Batang Kuranji, seperti di Kecamatan Pauh dan Kuranji menggunakan sumur untuk sumber air. Akibat irigasi rusak, sumur mereka pun kering,” ujarnya.
Dalam menyikapi krisis air bersih yang dialami warga, BPBD Kota Padang menyalurkan bantuan air bersih ke rumah-rumah warga.
Kalaksa Hendri menjelaskan, suplai air bersih oleh BPBD Kota Padang sejak penanganan darurat bencana hingga saat ini, telah mencapai satu juta liter.
“Untuk penyaluran air bersih juga dibantu dari PMI, TNI, Polri, PDAM Kota Padang,” tambahnya.
Bantuan air bersih dari sektor Swasta yang turut mengerahkan armadanya, tambahan didalam penyediaan air bersih. ( i )
