PKK dan Posyandu Jadi Fokus Pemkab Solok di Tahun 2026

Arosuka, Sumbarjaya.com ~ Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya menjadikan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu sebagai fokus utama pembangunan di tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PKK dan Posyandu Tingkat Kabupaten Solok Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Setda Baru Gedung C, Arosuka, Senin (2/2/2026).

Rakor dibuka secara resmi oleh Bupati Solok yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos.M.Si.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si.M.Si, Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Lian Oktavia Candra, S.Pd.

Hadir Kepala BNN Kabupaten Solok, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para Kepala OPD terkait, Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Solok, serta Ketua TP-PKK Kecamatan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu dalam sambutannya menegaskan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis keluarga.

Ia menyampaikan bahwa program kerja TP-PKK Tahun 2026 telah diselaraskan dengan kebijakan Nasional dan Provinsi.

Yang berfokus pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, ketahanan keluarga, kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, serta ketahanan pangan.

“PKK hadir dari, oleh, dan untuk masyarakat. Melalui Rakor ini, kita ingin memastikan seluruh program PKK dan Posyandu berjalan selaras, terintegrasi, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat dasawisma,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kader PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat, khususnya dalam pendataan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, ketahanan pangan keluarga, serta pembinaan generasi muda.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Solok Medison, S.Sos, M.Si menyampaikan apresiasi atas dedikasi TP-PKK dan kader Posyandu yang selama ini.

Juga menjadi garda terdepan pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara OPD, pemerintah kecamatan dan nagari, serta kader PKK–Posyandu agar program prioritas daerah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Transformasi Posyandu menuju pelayanan berbasis enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) membutuhkan dukungan semua pihak.

Pemerintah daerah siap memperkuat pembinaan, pendataan, dan integrasi program agar Posyandu benar-benar menjadi pusat layanan masyarakat,” tegas Sekda.

Rakor ini juga menjadi wadah penyamaan persepsi terkait program prioritas PKK dan Tim Pembina Posyandu Tahun 2026, di antaranya penguatan pendataan berbasis dasawisma.

Dan percepatan penurunan stunting, ketahanan pangan keluarga, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta peningkatan kualitas pelayanan Posyandu di seluruh nagari.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap terbangun komitmen dan langkah nyata dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung visi pembangunan Kabupaten Solok yang madani dan berkeadilan. (Yef)