Kabar Duka, Warga Pasaman Barat Meninggal Dunia Setelah di Terkam Buaya, Anak Korban Ungkap Kendala Penanganan Medis dan BPJS

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~
Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat dikelilingi kesedihan setelah Khairuddin (64),
warga Jorong Koto Labu, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Pasaman Barat pada Selasa (24/2/2026) pukul 19.56 WIB. Korban menjadi korban serangan buaya di Lubuak Pancakauan pada Minggu (22/2/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB saat menjaring ikan sendirian.

Peristiwa nahas dimulai ketika seekor buaya menyerang dan menerkam kaki kiri bagian betis korban, menyebabkan luka robek parah. Warga yang melintas segera mengevakuasinya ke Puskesmas Sungai Aur, di mana korban mendapatkan tindakan medis berupa 60 jahitan dan diperbolehkan pulang setelah kondisi dinilai stabil pada siang hari.

Namun, kondisi Khairuddin memburuk pada Senin (23/2/2026) malam. Keluarga membawanya kembali ke puskesmas, namun melihat tidak adanya penanganan serius, memutuskan untuk merujuk ke RSUD Pasaman Barat. Proses rujukan terkendala karena status BPJS Kesehatan korban yang tidak aktif akibat tunggakan; meskipun keluarga siap melunasi, kendala entri data menghambat hingga korban baru masuk ICU pada pukul 23.00 WIB tanpa penyelesaian status BPJS yang tuntas.
Anak keempat korban, Khairunas, mengungkapkan bahwa ayahnya diduga tidak mendapatkan penanganan standar pasca-gigitan binatang buas, karena dari rekam medis RSUD terungkap tidak diberikan suntik tetanus di puskesmas. Perawat ICU RSUD Pasaman Barat, Fina, mengkonfirmasi bahwa korban meninggal akibat kondisi tubuh yang sangat memburuk.
Anggota DPRD Pasaman Barat, Sulaiman dan Rommy Chandra sempat mengunjungi jenazah korbaan,dan dia menegaskan perlunya evaluasi total terhadap penanganan medis dan sistem BPJS. Sulaiman menekankan bahwa permasalahan ini harus menjadi perhatian serius instansi terkait,terutama pihak kesehatan yang ada dikabupaten pasaman barat, sedangkan Rommy Chandra mengimbau agar dilakukan imbauan masif untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap bahaya binatang buas di sungai.
Jenazah almarhum telah dibawa pulang ke rumah duka di Sungai Aur pada pukul 21.30 WIB menggunakan ambulans RSUD Pasaman Barat. Kejadian ini menjadi peringatan tentang pentingnya standar layanan medis dan kemudahan akses BPJS, dengan harapan pemerintah daerah mengambil langkah nyata agar tragedi serupa tidak terulang. (Adi)
