Pemkab Pasaman Barat Ikuti Rapat Renduk PRRP Sumatera Secara Virtual

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat (Pasbar) mengikuti rapat Rencana Induk (Renduk).
Rapat percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera secara virtual yang diadakan di Ruang Balkon Bupati Pasaman Barat, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan diikuti oleh Sekretaris Daerah Pasbar Doddy San Ismail, Asisten Administrasi Umum Harlina Syahputri, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), beserta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rapat tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Kementerian PPN/Bappenas memiliki sejumlah tugas dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Antara lain menyusun rencana induk untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mengkoordinasikan serta memfasilitasi penyusunan rencana aksi.
Dan juga serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) serta Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) terkait infrastruktur data.
“Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun Renduk PRRP Sumatera untuk memastikan pemulihan dilaksanakan secara terarah, terintegrasi, serta berbasis perencanaan yang komprehensif dan lintas sektor,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas PRRP Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Tito Karnavian, memaparkan perkembangan korban terdampak per 26 Februari 2026.
Di Provinsi Sumatera Barat, tercatat 267 orang meninggal dunia dan 70 orang hilang, dengan tidak ada lagi pengungsi di tenda darurat.
Ia juga menyampaikan data terkait kerusakan rumah dan progres pembangunan hunian. Usulan hunian sementara (huntara) sebanyak 732 unit dengan 721 unit selesai (98,50 persen).
Sedangkan usulan hunian tetap (huntap) berjumlah 3.750 unit di 16 kabupaten/kota, dengan 817 unit sedang dibangun di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang, meskipun belum ada yang selesai 100 persen.
Sebelumnya, pada Senin (23/2/2026), Menteri PPN/Kepala Bappenas menerima audiensi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa total kerusakan dan Kerugian akibat bencana yang terjadi pada November 2025 diperkirakan mencapai Rp33 triliun. (Adi)
