Wabub Solok Jenguk Bayi Yang Terlantar Yang di Rawat di Puskesmas

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Wakil Bupati Solok H. Candra bersama istrinya Ny. Lian Octavia Candra menyempatkan diri membesuk seorang bayi perempuan yang ditemukan dalam kondisi terlantar dan kini dirawat di Puskesmas Bukit Sileh, Kecamatan Lembang Jaya, Sabtu (7/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan usai rombongan Wakil Bupati melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Nagari Kampung Batu Dalam.
Kehadiran Wabup bersama rombongan menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi bayi yang saat ini tengah mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan setempat.
Suasana haru terasa ketika Ny. Lian Octavia Candra menggendong bayi perempuan mungil tersebut. Bayi yang terlihat sehat itu tampak tenang dan sesekali tersenyum, menambah suasana hangat dalam kunjungan tersebut.
Wakil Bupati juga terlihat terharu melihat kondisi bayi yang kini mendapatkan perhatian dan perawatan dari tenaga medis di Puskesmas Bukit Sileh.

Dalam kesempatan itu, Wabub menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa penelantaran bayi yang terjadi.
Ia berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di Kabupaten Solok.
“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di daerah kita. Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dilindungi bersama,” ujar Wabup.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, Tasman Putra. Pada kesempatan itu, Tasman menyampaikan keinginannya untuk mengadopsi bayi perempuan tersebut dan siap menjadi orang tua angkat bagi sang bayi.
Saat digendong oleh Tasman Putra, bayi tersebut terlihat membuka matanya dan tersenyum manis, seolah merasa nyaman berada dalam pelukan hangat tersebut.
Menanggapi niat tersebut, Wabup menyambut baik rencana Tasman Putra untuk mengasuh bayi tersebut, namun menegaskan bahwa proses pengangkatan anak harus tetap mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku melalui Dinas Sosial.
Sementara itu, awak media Halilintar dari Expos Sumbar menegaskan bahwa peristiwa bayi terlantar ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, berbagai faktor bisa saja melatarbelakangi kejadian tersebut, seperti kurangnya pengawasan orang tua dan mamak (paman), pergaulan remaja yang tidak terkontrol, longgarnya kontrol sosial di nagari, hingga penggunaan telepon genggam dan media sosial yang tidak terawasi.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar pengawasan keluarga dan lingkungan terhadap generasi muda dapat diperkuat sehingga peristiwa serupa tidak terulang kembali. (Yef)
