Kepedulian dari Seorang Pimpinan Terus Mengalir Hingga Doa Warganya

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Di tengah dinamika kepemimpinan daerah, sebuah kisah sederhana namun sarat makna tumbuh dari Nagari Talang.

Kepedulian seorang pemimpin tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang langsung dirasakan masyarakat, Jumat (3/4/2026).

Tokoh masyarakat Talang, Iskan Nofis, menyebut langkah yang dilakukan Jon Firman Pandu sebagai sesuatu yang layak dicatat dalam sejarah.

“Sejarah akan mencatat, beliau adalah bupati pertama yang mendedikasikan gajinya untuk masjid,” ujar Iskan.

Komitmen tersebut bukan sekadar wacana. Melalui sistem auto debet, sebagian gaji Bupati Solok sebesar Rp5.000.000 setiap bulan disalurkan ke rekening Masjid Al-Munawwarah Nagari Talang.

Program ini direncanakan berlangsung hingga akhir masa jabatan, dengan total akumulasi diperkirakan mencapai Rp240 juta.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut bukan hanya soal angka. Lebih dari itu, menjadi simbol kepedulian dan kedekatan seorang pemimpin dengan kehidupan spiritual warganya.

Rasa syukur pun mengalir dari masyarakat Talang. Mereka menilai apa yang dilakukan Bupati Solok Dr. (H.C) Jon Firman Pandu, SH bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga teladan dalam berbagi serta memperkuat nilai kebersamaan.

Di balik rasa syukur itu, masyarakat turut menitipkan doa-doa terbaik. Mereka berharap pemimpin yang mereka banggakan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah.

“Semoga beliau selalu diberi kesehatan, dilindungi Allah SWT, dan dimudahkan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin kami,” ungkap warga penuh harap.

Namun, ketulusan itu tidak berhenti pada sosok pemimpin semata. Dalam empati yang mendalam, masyarakat juga mendoakan keluarga Bupati, khususnya putra sulung beliau yang tengah menjalani pengobatan.

“Semoga Allah SWT mengangkat penyakitnya, memulihkan kesehatannya, dan menjadikannya anak yang kuat serta membanggakan keluarga. Aamiin,” doa warga lirih.

Di Nagari Talang, kisah ini bukan sekadar tentang bantuan. Ini adalah tentang kepedulian yang dibalas dengan ketulusan.

Yaitu tentang pemimpin yang hadir tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata, serta masyarakat yang membalasnya dengan doa yang tak pernah putus. (Yef)