Pemkab Pasaman Barat Terima Rp11 Miliar, Untuk Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Pendidikan menerima alokasi dana besar melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Minggu (19/4/2026).

Total anggaran yang diterima mencapai Rp11.009.417.152 untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana alam.

Bantuan ini disalurkan untuk 15 satuan pendidikan, terdiri dari 6 PAUD dan 9 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemulihan ini tidak hanya sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga bertujuan memulihkan semangat belajar generasi muda.

“Kami memastikan pemulihan sektor pendidikan tidak sekadar membangun kembali bangunan, tetapi juga memulihkan semangat belajar generasi muda,” ungkap pihak pemerintah daerah.

Dari total dana tersebut, sebesar Rp5.290.801.000 diperuntukkan bagi jenjang PAUD, sedangkan Rp5.718.616.152 dialokasikan untuk jenjang SD. Investasi ini diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang aman dan layak bagi ribuan siswa.

Daftar Sekolah Penerima Bantuan.

Enam PAUD yang mendapatkan bantuan antara lain TK Al Ikhlas dan TK IT Raudhatul Jannah di Sasak Ranah Pasisia, TK Lailil Adnin di Sungai Beremas, serta TK Mutiara Bunda di Sungai Aur.

Sementara itu, sembilan SD penerima bantuan tersebar di berbagai wilayah seperti Kecamatan Ranah Batahan, Sungai Beremas, Lembah Melintang, hingga Kinali.

Penetapan Data Telah Diverifikasi Pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, menjelaskan bahwa proses penetapan sekolah penerima bantuan dilakukan secara cermat dan terukur.

Proses dimulai dari pendataan di tingkat pemerintah daerah, kemudian diverifikasi langsung oleh tim teknis dari pusat untuk memastikan ketepatan sasaran.

“Dana ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang masa depan ribuan anak yang kembali memiliki ruang belajar yang aman dan layak,” tegasnya.

Sistem Swakelola untuk Percepatan Pembangunan.

Salah satu keunikan dalam pelaksanaan program ini adalah penggunaan sistem swakelola.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Pasaman Barat, Idris, menjelaskan bahwa dana akan langsung disalurkan ke rekening masing-masing sekolah dengan mekanisme pencairan dua tahap.

“Pendekatan ini memberi ruang partisipasi aktif bagi pihak sekolah dalam mengelola pembangunan di Pasaman Barat. (Adi)