Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat Hadiri Wisuda Tahfiz, Hafalan Al-Qur’an Tingkatkan Kecerdasan dan Akhlak

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Tiga anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Marwazi B, Sulaiman dan Netra Ekawati, menghadiri wisuda Tahfiz Qur’an Pondok Tahfiz Babussalam Sungai Magelang, Nagari Ranah Sungai Magelang, Kecamatan Gunung Tuleh, pada Minggu (26/4/2026).
Kedua tokoh masyarakat ini merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Gunung Tuleh, Sungai Aur dan Lembah Melintang.
Marwazi berdomisili di Nagari Seberang Kenaikan, Sulaiman di Nagari Rabi Jonggor, dan Netra Ekawati berasal dari Nagari Muaro Kiawai Barat. Ketiganya hadir untuk memberikan dukungan moril bagi para santri.
Selain anggota dewan, acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Gunung Tuleh yang diwakili Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Gaparli, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang diwakili Penyuluh Agama Fungsional, Edi Halomoan, beserta orang tua dan wali murid.
Kepala Pondok Tahfiz Qur’an Babussalam, Dewa Lubis, menyampaikan rasa syukurnya karena acara wisuda dapat berjalan dengan lancar dan maksimal berkat dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT dan kerjasama semua pihak, wisuda tahfiz ini bisa terlaksana dengan baik. Kami ucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, KUA, dan seluruh undangan,” ujar Dewa Lubis.
Sementara itu, Anggota DPRD Marwazi B menilai kegiatan ini sebagai momen penting untuk melihat capaian putra-putri daerah. Ia menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an memiliki banyak manfaat, salah satunya berpengaruh terhadap kecerdasan intelektual.
“Terbukti, murid yang unggul baik dalam akademis maupun non-akademis mayoritas adalah mereka yang telah menyelesaikan hafalannya. Selain menjaga kalamullah, nilai-nilai Al-Qur’an juga menjadi pedoman hidup yang membawa kita ke arah yang lebih baik,” ungkap Marwazi.
Hal senada disampaikan Edi Halomoan yang mewakili Kepala KUA. Ia menekankan bahwa proses menghafal Al-Qur’an tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan pembiasaan dan keteladanan.
“Yang harus diingat, ini bukan proses yang cepat. Butuh pengenalan, pembiasaan, dan keteladanan agar mereka bisa mengikutinya dengan baik. Semoga Al-Qur’an menjadi penuntun dan menjadi sumber keberkahan bagi generasi Qurani ini ke depannya,” tutup Edi. (Adi)
