Bagus Budi Antoro Pimpin DPD Apkasindo Sijunjung Periode 2025-2030

Sijunjung, Sumbarjaya.com ~ Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Sijunjung menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) pemilihan pengurus periode masa bakti 2025-2030.

Pertemuan dilaksanakan di Gedung Labor Biologi SMAN 11 Sijunjung Jorong Kurnia Kamang Timpeh 5 Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Minggu (31/8/2025).

Hadir dalam acara ini Syahril Syamra wakil Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, Bejo Utomo SE MSi anggota komisi 1 DPRD Kabupaten Sijunjung, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sijunjung diwakili Hendra SP Kabid Pekebunan, Iwan Kurniawan SP koordinator Penyuluh Pertanian lapangan Sungai Lansek, Nardalius Sekcam sekaligus Pj. Wali Nagari Kamang.

Seterusnya, Pengurus KUD Kurnia Timpeh Timpeh 5 Jorong Kurnia Kamang, Pengurus KUD Makarti Tama Timpeh 4, Pimpinan CV. Usaha Nusery Apkasindo , Ketua Kelompok Tani Sawit, Pengurus Gapoktan Petani Sawit. 

Seluruh Pengurus DPD APKSINDO Sijunjung Periode 2020 – 2025, Tim ekspedisi Patriot  Kementrian Tranmigrasi dari 3 Peguruan Tinggi Institut Pertani Bogor ( IPB University), Istitut Teknologi Bandung (ITB) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Alumni dan Mahasiswa SDM Sawit serta undangan lainnya.

Ketua DPD Apkasindo Bagus Budi Antoro Kabupaten Sijunjung dalam kata sambutanya menyampaikan masa kepengurusan DPD Apkasindo Sijunjung periode 2020-2025 sudah usai. 

Pada saat ini musda ini selama 5 tahun berkhidmat program utamanya adalah menjebatani petani sawit dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Yakni Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Sarana dan Sarana Perkebunan (Sarpras) dan Bea siswa SDM Sawit.

Selama 5 tahun dekat dengan petani sawit Apkasindo Sijunjung sudah menggelontorkan dana BPDP untuk program PSR, Sarpras dan Bea SDM sawit. Tercatan lebih kurang 45 milyar dalam bentuk hibah melaui kelompok tani dan KUD.

“Di samping program di atas Apkasindo juga aktif sebagai tim penetap harga tandan buah segar sawit (TBS) Sumbar. Alhasil dari pengawalan penetapan harga TBS tersebut di 3 tahun ke belakang sampai medio 2025 harga TBS swadaya di Kabupaten Sijunjung tertinggi nasional,” ujar Bagus.

Lebih lanjut, Bagus mengatakan dana tersebut bersumber dari potongan eksport CPO, Jadi bukan dana bersumber dari pemerintah tetapi dari petani oleh petani dan untuk petani kelapa sawit.

“PSR, Sarpras dan SDM Sawit ini Program yang sudah berjalan. Ke depan dalam rangka membantu petani karet yang sudah diprogramkan oleh kementrian pertanian konversi karet ke kebun sawit seluas Rp.2,7 juta hektar. 

Apkasindo mendorong percepatan pelaksanaan program konversi Karet ke perkebunan sawit rakyat bersama DPRD dan Pemkab Sijunjung.

Berharap Kementan segera mengeluarkan penerbitan SK Dirjen Bun sebagai dasar pelaksanaan di tingkat Provinsi Kabupaten dan dilaksanakan oleh lembaga pekebun, Syahril Samra di dampingi Bejo Utomo mendukung dan mengapresiasi program yang sudah berjalan.

“Kami dari DPRD mendukung program Apkasindo karena ini sudah terbukti mengelontorkan dana BPDP 45 milyaran kepada petani sawit dan bersumber bukan dari pemerintah. Ini adalah tidakan nyata dan luar biasa disaat anggaran pemerintah sedang sulit karena efesiensi,” jelas Wakil Ketua DPRD Sijunjung. 

Seusai acara dilanjutkan dengan musda pemilihan pengurus Apkasindo DPD Kabupaten Sijunjung periode 2025-2030 yang dipimpin ketua sidang Boyani dan notulen Defizar (Epi Black). 

“Jadi, yang terpilih secara aklamasi Bagus Budi Antoro sebagai Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Sijunjung periode 2025-2030,” katanya. (Fery)