Bersama Anggota Polsek Talamau, Warga Kampung Jembatan Panjang Berhasil Temukan dan Sembelih Sapi Kurban Yang Sempat Lari

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Upaya pencarian yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut akhirnya membuahkan hasil. Seekor sapi kurban milik warga Kampung Jembatan Panjang, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat yang sempat melarikan diri pada Selasa (26/5/2026), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Kamis (28/5/2026).

Kehilangan hewan kurban ini sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga, mengingat hewan tersebut disiapkan untuk pelaksanaan ibadah kurban.

Berangkat, dan merasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan, warga bergotong royong melakukan pencarian dibantu oleh pihak kepolisian dari Polsek Talamau.

Pada hari ketiga pencarian, Kanit Bimas Polsek Talamau, M. Sofyan bersama Bhabinkamtibmas Kajai, Fahrul Rozi turun langsung ke lokasi untuk memimpin dan ikut serta dalam penyisiran.

Tim gabungan warga dan kepolisian bergerak dengan berjalan kaki, menelusuri jejak kaki sapi tersebut dan menyisir jalur-jalur yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

Pencarian yang menempuh jarak sekitar 3 kilometer akhirnya membawa tim ke kawasan Bendungan Sawah Kapalo Bonda, wilayah Nagari Kajai Selatan. Di areal persawahan dekat tepian sungai itulah, sapi yang dicari akhirnya terlihat dan dikonfirmasi dalam keadaan sehat walafiat.

“Pencarian dilakukan dengan berjalan kaki menyisir jarak sekitar 3 kilometer. Akhirnya hewan sapi kurban tersebut kami temukan di tepi sungai, areal persawahan masyarakat Kapalo Bonda, Nagari Kajai Selatan, dalam keadaan baik,” ungkap Kanit Bimas Polsek Talamau, M. Sofyan saat memberikan keterangan.

Setelah berhasil diamankan dan diikat dengan aman, atas kesepakatan bersama, hewan kurban tersebut langsung disembelih di lokasi penemuan. Langkah ini diambil demi efisiensi dan menjaga kelayakan daging.

Setelah proses penyembelihan selesai, seluruh bagian hewan kurban segera dibawa kembali ke Kampung Jembatan Panjang. Hewan tersebut kemudian diserahkan kepada panitia kurban setempat untuk diproses dan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima, sesuai ketentuan syariat dan pembagian yang telah direncanakan.

Menutup keterangannya, M. Sofyan menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dan memberikan imbauan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami himbau kepada masyarakat, ke depannya apabila telah membeli hewan kurban, agar mengikatnya dengan kuat dan menempatkannya di lokasi yang lapang serta aman, sehingga tidak lepas dan melarikan diri yang justru menyulitkan bersama,” pesan Sofyan.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik, sehingga ibadah kurban tetap dapat terlaksana dengan lancar dan berkah. (Adi)