Beruang Madu Berkeliaran di Permukiman Warga Sinuruik, Warga Kembali Dilanda Kepanikan

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Ketakutan dan kekhawatiran kembali menyelimuti warga Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Pasalnya, seekor beruang madu kembali terlihat berkeliaran di kawasan pemukiman warga pada dini hari Minggu (24/5/2026).
Kemunculan hewan yang dilindungi ini sekali lagi membuat resah penduduk, mengingat hewan yang sama sebelumnya juga pernah masuk ke pemukiman dan sempat menjadi ancaman nyata bagi keamanan serta keselamatan warga nagari sinuruik.
Berdasarkan keterangan warga yang melihat langsung, hewan berbulu cokelat dengan ciri khas dada berwarna kuning itu terlihat berjalan-jalan tidak jauh dari pekarangan rumah warga.
Hewan tersebut tampak bergerak mendekati bangunan tempat tinggal dan diduga sedang mencari sisa-sisa makanan atau menjelajah kawasan sekitar.
Kemunculan ini mengulang peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya, di mana beruang madu ini berkelana jauh masuk ke kawasan hunian manusia, keluar dari habitat aslinya di hutan.
Kehadiran hewan buas ini seketika membuat suasana dini hari yang tenang berubah menjadi cemas. Warga kembali hidup dalam kekhawatiran, takut jika hewan tersebut tiba-tiba masuk ke dalam rumah atau mendekati anak-anak yang sedang bermain atau berada di luar rumah.
Ingatan warga masih kuat akan peristiwa masa lalu di mana kehadiran hewan ini sempat membuat kampung menjadi sepi dan warga tidak berani beraktivitas di luar rumah.
“Sekitar pukul dini hari tadi malam ada warga yang melihat hewan itu lewat di dekat rumah. Kami semua langsung takut kembali, karena ini bukan pertamakali dia datang ke sini.
Dulu saja kami sudah cukup kewalahan, sekarang muncul lagi. Kami khawatir keselamatan anak-anak dan warga terancam,” ungkap salah satu warga setempat.
Warga berharap pihak berwenang, mulai dari aparat keamanan, Dinas Lingkungan Hidup, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan instansi terkait lainnya segera turun tangan ke lokasi.
Masyarakat menuntut langkah cepat untuk mengamankan hewan tersebut agar tidak menimbulkan korban luka maupun kerusakan.
Selain itu, warga juga meminta agar beruang madu tersebut segera dievakuasi dan dikembalikan ke habitat aslinya di hutan belantara, jauh dari pemukiman penduduk.
Hal ini dianggap satu-satunya cara agar ketenangan dan rasa aman masyarakat Nagari Sinuruik benar-benar pulih kembali.
Hingga berita ini diturunkan, warga diminta untuk tetap waspada, tidak mendekati atau mengganggu hewan tersebut jika berpapasan, serta melaporkan segera ke aparat jika melihat keberadaannya.
Warga berharap penanganan kali ini berjalan cepat dan tepat sasaran agar gangguan dari satwa liar ini tidak berulang di kemudian hari. (Adi)
