Buka Akses Jalan Penghubung, Anggota DPRD Pasaman Barat Kunker ke Dinas PU Pasaman

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Sulaiman, Rommy Candra, dan Jekrimen melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman yang berkedudukan di Lubuk Sikaping, Berapa Hari Lalu.
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melakukan konsultasi terkait rencana pembukaan akses jalan penghubung antara Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.
Secara spesifik, pembahasan difokuskan pada pembukaan jalan yang menghubungkan wilayah Batang Kundur di Kecamatan Dua Koto (Pasaman) dengan Jorong Sitabu di Kenagarian Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh (Pasaman Barat).
“Batang Kundur merupakan jorong di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman yang berbatasan langsung dengan Jorong Sitabu, Nagari Bahoras. Dahulu wilayah ini dikenal sebagai Kenagarian Rabi Jonggor,” ungkap Sulaiman dalam keterangannya.
Menurut Sulaiman yang dikuatkan oleh Rommy Candra, pembangunan akses jalan penghubung antar dua kabupaten ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.
Pembangunan ini mencakup pembukaan jalan sepanjang 4 Kilometer dan pembangunan 1 unit jembatan gantung. Pendanaan untuk proyek strategis ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai sekitar 20 Miliar Rupiah.
Menghidupkan Kembali Ikatan Sejarah
Sulaiman, yang juga dikenal sebagai putera daerah Paraman Ampalu, menuturkan bahwa hubungan antara masyarakat kedua wilayah ini sebenarnya sudah terjalin sejak lama.
Ketika Pasaman dan Pasaman Barat masih satu kesatuan, sebagian besar warga Batang Kundur bersekolah di MTs dan MA Muhammadiyah Paraman Ampalu.
Selain urusan pendidikan, ikatan ekonomi juga sangat kuat. Mengingat hari pasar di Paraman Ampalu jatuh pada hari Rabu, warga Batang Kundur rutin berinteraksi dengan wilayah tersebut.
“Dulu setiap hari Selasa sore, warga Batang Kundur dan Simpang Lolo sudah berada di Paraman Ampalu. Mereka menggunakan kuda sebagai alat angkut.
“Kemudian, menjual komoditi perkebunan, dan membeli bekal untuk seminggu. Setelah selesai, mereka kembali pada Rabu sore. Begitulah aktivitas rutin mereka setiap minggunya,” jelasnya.
Namun, semenjak adanya pemekaran wilayah hingga saat ini, aktivitas tersebut terputus dan akses jalan menjadi tertutup.
Melalui pembangunan jalan ini, pihaknya berharap hubungan baik dan silaturahmi antara masyarakat Bahoras (Rabi Jonggor) dan Batang Kundur dapat terjalin kembali.
“Kami bersama lembaga terkait berupaya menghidupkan kembali akses jalan dari Batang Kundur ke Sitabu dan sebaliknya,” tambahnya.
Untuk memaksimalkan konektivitas dan pemanfaatan jalan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara kedua kabupaten.
Hingga saat ini, masih tersisa sekitar tujuh kilometer yang perlu disambung agar akses jalan antar kedua wilayah dapat terhubung sepenuhnya. (Adi)
