Bukan Seremonial ini Fakta di Balik Perjalanan Bupati Solok ke Pusat

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, menegaskan bahwa kunjungan Bupati Solok ke Jakarta bukan sekadar seremoni atau basa-basi politik.
Langkah tersebut adalah strategi nyata untuk memperjuangkan dana dan program pembangunan dari Pemerintah Pusat, di tengah penurunan dana transfer ke daerah pada 2026.,Rabu (29/10/2025).
“Tahun depan, Pemerintah Pusat menyiapkan Rp1.377,9 triliun untuk Program Prioritas Nasional Presiden. Dana ini langsung dirasakan masyarakat melalui berbagai sektor penting,” tegas Sekda Medison,

Saat dihubungi melalui telepon di sela Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kegiatan Kementerian dengan Pemerintah Daerah di Bandung.
Program strategis itu meliputi :
Program Keluarga Harapan (PKH) Rp28,7 triliun.
Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp335 triliun.
Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Rp89 triliun.
Subsidi Energi dan Kompensasi Rp381,3 triliun.
Perumahan Rp48,7 triliun.
Preservasi Jalan dan Jembatan Rp24,3 triliun.
PIP/KIP Kuliah dan Beasiswa Lainnya Rp63 triliun.
Program lain seperti lumbung pangan, cadangan pangan Bulog, dan Koperasi Merah Putih (KMP).
Sekda Medison menekankan, kunjungan ini merupakan jawaban konkret atas penurunan dana transfer ke daerah, yang secara nasional hampir Rp250 triliun dan berdampak pada Kabupaten Solok sebesar Rp222 miliar.
“Bupati aktif mendekati kementerian agar Kabupaten Solok tetap memperoleh bagian dari program strategis pusat. Ini langkah nyata, bukan basa-basi. Pembangunan tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat menuntut kepala daerah yang inovatif, cepat, dan siap bersaing. “Bupati harus bisa berdiplomasi, membangun jaringan, dan meyakinkan pusat bahwa Kabupaten Solok siap melaksanakan program dengan sukses. Ini strategi legal dan rasional, bukan KKN atau permainan politik,” tegasnya.
Ia menegaskan, kunjungan Bupati Solok ke Jakarta bukan untuk perjalanan sia-sia atau sekadar formalitas. Setiap pertemuan dan agenda telah dirancang dengan tujuan jelas :
Membuka akses program strategis, memperjuangkan dana pembangunan, dan memastikan setiap rupiah dari pusat bisa dimanfaatkan langsung untuk kesejahteraan rakyat Kabupaten Solok.
“Ini bukan jalan-jalan, ini perjuangan nyata untuk memastikan pembangunan daerah tidak terhenti dan prioritas nasional bisa diraih,” tegas Sekda.
Sekda Medison menutup dengan pesan tegas : “Setiap kunjungan ke Jakarta adalah perjuangan nyata untuk rakyat dan pembangunan Kabupaten Solok.
Tujuannya jelas : memastikan daerah kita tetap menjadi prioritas pembangunan nasional. ( Yef )
