Debit Air Sungai Meluap Warga di Evakuasi dengan Perahu Karet

Padang Pariaman, Sumbarjaya.com ~ Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman sejak Jumat pagi hingga sore mengakibatkan sejumlah Sungai meluap dan merendam pemukiman warga di berbagai wilayah. 

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Korong Surantiah, Nagari Lubuk Alung, dengan ketinggian air 2 dua meter. Banjir tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa warga mengungsi demi keselamatan.

Bupati Padang Pariaman, Bapak John Kenedy Azis telah meninjau langsung lokasi banjir di Korong Surantiah, Jumat (2/1/2026).

Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa lebih dari 200 warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman akibat debit air yang terus meningkat. 

Proses evakuasi dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR, Polri, dan TNI dengan menggunakan perahu karet.

“Debit air terus bertambah sehingga tidak memungkinkan warga tetap tinggal di rumah. Saat ini kami fokus mengevaluasi warga yang terjebak dengan mengerahkan perahu karet dan personel gabungan,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini. Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar evakuasi berjalan cepat dan aman.

Luapan air Sungai Batang Anai disebut menjadi penyebab utama terjadinya banjir susulan di wilayah tersebut. Selain Korong Surantiah, banjir juga dilaporkan merendam kawasan Jatu Tanam serta sejumlah titik lain di Kecamatan Batang Anai. 

Hingga saat ini, Pemerintah Daerah Padang Pariaman mencatat sedikitnya tiga kecamatan terdampak secara signifikan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Daerah Padang Pariaman telah mendirikan tenda-tenda pengungsian dan dapur umum di beberapa titik strategis. 

Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk makanan dan tempat istirahat sementara. Petugas juga terus melakukan pemantauan kondisi sungai dan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan banjir lanjutan.

“Kami masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan serta jumlah pasti warga terdampak. Saat ini fokus utama kami adalah penyelamatan dan keselamatan nyawa warga,” pungkas Bupati.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi mengingat kondisi cuaca yang belum stabil dan potensi kenaikan debit air Sungai tersebut. ( Jef )