Dinamika Politik Diduga Memanas, Septrismen Sutan Putih Menyatakan Mundur dari Bursa PAW Wali Nagari Saniang Baka

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Dinamika politik menjelang Pemilihan Antar Waktu (PAW) Wali Nagari Saniangbaka masa jabatan 2026–2028 diduga mulai memanas.

Di tengah situasi tersebut, salah seorang tokoh masyarakat Nagari Saniang Baka, Septrismen Sutan Putih, SH menyatakan menarik diri (Mundur) dari rencana untuk maju sebagai calon Wali Nagari Saniang Baka.

Pernyataan sikap itu mulai beredar luas di berbagai grup WhatsApp masyarakat Nagari Saniang Baka dan langsung menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, Rabu (4/3/2025).

Dalam pernyataannya, Septrismen menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mencermati perkembangan situasi dan kondisi politik di Nagari Saniangbaka yang semakin dinamis menjelang pelaksanaan PAW Wali Nagari.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar tanpa adanya tekanan maupun intervensi dari pihak manapun.

Menurutnya, langkah tersebut juga merupakan bentuk memberikan kesempatan kepada putra-putra terbaik Nagari Saniang Baka, baik yang berada di perantauan maupun yang berada di kampung halaman, untuk tampil memimpin dan mengabdikan diri membangun nagari.

“Saya merasa bangga melihat munculnya para tokoh yang siap mengabdikan diri untuk membangun Nagari Saniang Baka. Karena itu saya memberikan kesempatan kepada saudara-saudara, bahwa saya yang lain untuk tampil sebagai pemimpin,” ujar Septrismen dalam pernyataannya.

Septrismen juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan kesempatan besar dari masyarakat untuk mengabdi selama 10 tahun sebagai Anggota DPRD Kabupaten Solok periode 2014–2024.

Dukungan dan kepercayaan tersebut menurutnya merupakan amanah yang sangat berharga dalam perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat.

Melalui kesempatan itu pula, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Saniang Baka, atas dukungan yang telah diberikan selama dirinya mengemban amanah sebagai wakil rakyat.

Ia juga memohon maaf, apabila selama masa pengabdiannya masih terdapat kekurangan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Jika selama saya mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kabupaten Solok masih terdapat kekurangan atau belum maksimal dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Septrismen mengajak seluruh masyarakat Nagari Saniang Baka, untuk tetap menjaga persatuan, kesatuan, serta semangat kebersamaan demi kemajuan nagari ke depan.

“Selamat berjuang kepada saudara-saudara semua. Mari kita jaga persatuan dan persaudaraan demi kemajuan Nagari Saniang Baka tercinta,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Nagari Saniang Baka, yang enggan disebutkan namanya menilai langkah mundurnya Septrismen Sutan Putih merupakan keputusan yang tepat dan menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik di tingkat lokal.

Menurutnya, dalam proses PAW Wali Nagari Saniang Baka, nantinya setiap calon tentu akan menyampaikan visi dan misi sekaligus akan mendapatkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait rekam jejak serta kinerja masing-masing calon.

“Apalagi beliau sudah dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok. Tentu masyarakat juga akan menilai dan mempertanyakan sejauh mana kinerja serta kontribusinya selama menjabat,”

“Dengan memilih mundur, itu menunjukkan sikap kedewasaan dalam berpolitik dan langkah yang bijak,” ujarnya.

Ia juga berharap dinamika politik menjelang PAW Wali Nagari Saniang Baka, agar tetap berjalan dalam suasana yang kondusif dengan mengedepankan persatuan masyarakat demi kemajuan Nagari ke depan. (Yef)