Dinkes, Pengendalian Penduduk Persis Selatan Gagas Pembentukan Tim Desa Siaga

Painan, Sumbarjaya.com ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak taktis dalam menggalang kekuatan guna memutus mata rantai penularan penyakit Tuberkulosis (TB).
Langkah akselerasi ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program TB tingkat kabupaten di Hannah Hotel Painan, Kamis (18/6/2026).
Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Pessel, Erna Juita, SKM.,MM.
“Kegiatan ini digelar adalah sebagai intervensi nyata daerah mengingat penanggulangan TB merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan,” ujarnya.
Pertemuan taktis ini diikuti sebanyak 48 orang peserta yang terdiri dari para pengelola program TB serta Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dari seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kabupaten Pesisir Selatan.
Kabid P2P Erna Juita menjelaskan, dalam forum Monev ini dilakukan bedah data secara menyeluruh terhadap rapor capaian indikator program di masing-masing fasilitas kesehatan.
“Teknis ini fokus utama, evaluasi bertumpu pada angka penemuan kasus baru di tengah masyarakat, angka keberhasilan pengobatan pasien hingga dinyatakan sembuh total, dan luasan cakupan pelacakan terhadap ring satu atau keluarga terdekat dari pasien yang terkonfirmasi positif TB,” katanya.
Selain mengevaluasi angka capaian, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk mengidentifikasi berbagai hambatan teknis dan sosiologis yang dihadapi para petugas medis saat melakukan pendampingan pengobatan di lapangan.
Guna untuk mendongkrak capaian penemuan kasus secara dini, Monev kali ini melahirkan terobosan taktis. Seluruh pengelola program dari tingkat puskesmas sepakat untuk mengusulkan nama-nama kader potensial di wilayah kerja mereka guna dibentuk menjadi Tim Desa Siaga TB.
“Tim Desa Siaga TB ini nantinya akan menjadi perpanjangan tangan dinas di tingkat tapak (nagari) untuk memaksimalkan gerakan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif,” jelasnya.
Kader yang terlatih akan turun langsung ke masyarakat melakukan skrining awal, sehingga warga yang bergejala bisa segera dievakuasi ke puskesmas untuk cek dahak dan mendapat pengobatan gratis sebelum menularkan ke lingkungan sekitar,” tambah Erna Juita.
Hasil dari rumusan kesepakatan dan pemecahan masalah bersama dalam Monev di Hannah Hotel ini akan langsung dikonversikan menjadi bahan perencanaan program pada periode berikutnya.
Melalui penguatan koordinasi lintas fasyankes ini, peningkatan kapasitas SDM labor (ATLM), serta pelibatan aktif kader nagari, Dinkes PPKB Pessel optimistis target eliminasi TB dapat dicapai lebih cepat demi mewujudkan Kabupaten Pesisir Selatan dan Indonesia Bebas TB. (Rizal)
