Harapan Warga Anduriang Untuk Miliki Akses Transportasi Akan Segera Terwujud

Padang Pariaman, Sumbarjaya.com ~ Harapan warga di Nagari Anduriang, Padang Pariaman, untuk kembali memiliki akses transportasi yang aman akan segera terwujud.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan, pembangunan kembali jembatan Anduriang akan dilaksanakan setelah proses normalisasi Sungai Batang Anai selesai dilakukan, Rabu (10/6/2026).

Jembatan yang roboh akibat bencana galodo tersebut, akan dibangun secara permanen oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dengan anggaran sekitar Rp45,2 miliar, yang bersumber dari APBN.

Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman, El Abdes menyebut, pembangunan jembatan menjadi langkah penting untuk memulihkan konektivitas masyarakat yang selama ini terdampak, akibat putusnya akses penghubung antara Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam.

“Setelah normalisasi sungai selesai, Jembatan Anduriang akan dibangun kembali secara permanen oleh BPJN,” ujar El.

“Sesuai arahan Wakil Menteri PUPR dan komitmen yang telah disampaikan kepada Bupati Padang Pariaman, pembangunan jembatan ini akan mulai dijalankan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp45,2 miliar dari APBN,” katanya.

Berdasarkan perencanaan, Jembatan Anduriang akan memiliki panjang 140 meter yang terdiri dari dua bentang, masing-masing 70 meter.

Jembatan itu dirancang dengan lebar enam meter, dilengkapi trotoar di kedua sisi, menggunakan rangka baja tipe B70, serta pondasi bore pile berdiameter 800 milimeter.

Selama jembatan belum berfungsi, ribuan warga terpaksa menggunakan rakit sederhana untuk menyeberangi Sungai Batang Anai. Kondisi tersebut dinilai berisiko, karena tidak memenuhi standar keselamatan transportasi penyeberangan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten berkomitmen menghentikan penggunaan rakit dan menyiapkan akses yang lebih aman bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya, Bapak Bupati meminta agar rakit ini tidak ada lagi. Karena secara keselamatan sangat berisiko, baik bagi petugas maupun masyarakat yang menggunakannya. Jangan sampai kembali terjadi insiden warga hanyut saat melintas,” tambah El.

Pasca robohnya Jembatan Anduriang tidak hanya memutus jalur transportasi warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama di kawasan tersebut.

Untuk kepastian pembangunan jembatan yang permanen, masyarakat kini menantikan kembali terbukanya akses yang lebih aman dan lancar, untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta pemulihan ekonomi pascabencana lalu. (Jef)