Janji Manismu DPRD Pasaman, Membuat Insan Pers Kecewa

Pasaman, Sumbarjaya.com ~ Diduga punya janji janji manis yang pernah diucapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman tentang kerjasama atau publikasi kepada puluhan media di daerah.

Ibarat kata-kata politik. Manis di pangkal, pahitnya terasa ke ujungnya. Seperti yang pernah diucapkan kepada masyarakat luas waktu saat kampanye.

Pertemuan yang sengaja diagendakan oleh Ketua DPRD, Nelfri Asfandi bersama sejumlah anggota DPRD, serta sekretariat DPRD pada 13 Februari 2026 lalu di hadapan para awak media, menegaskan jika pihaknya bakal melakukan kerjasama sebelum lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dari pantauan awak media dilapangan Jumat (3/4/2026). Kenyataannya, hingga kini sudah memasuki bulan April 2026 kerjasama tersebut diduga tidak kunjung terwujud tanpa ada keterangan yang jelas dan resmi dari pihak terkait.

Namun di balik semua itu, di tengah negara Indonesia tengah dilanda krisis keuangan yang berdampak hingga ke daerah, DPRD Pasaman malah terkesan seperti tidak terjadi masalah.

“Ada buktinya, di tahun 2026 ini saja, sudah tidak terhitung jumlahnya wakil rakyat tersebut melakukan kegiatan seperti kunjungan kerja, Bimtek, reses dan lain sebagainya ke luar daerah,” ujar seorang wartawan senior yang tidak disebutkan namanya.

Minimal dalam satu bulan mereka melakukan kunjungan sebanyak dua kali, bahkan lebih. Jika dikaji, sekali melakukan kegiatan ke luar daerah menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Kemudian, belum lagi berbagai kegiatan yang diusulkan anggota DPRD melalui Pokok pikiran (Pokir) yang juga bersumber dari APBD Pasaman. Jika dikalkulasikan juga menelan anggaran hingga miliaran rupiah.

Seperti biasa, secara aturannya memang tidak ada yang dilanggar para wakil rakyat tersebut karena itu merupakan hak mereka. 

Akan tetapi, dimana hati nurani mereka disaat ratusan ribu masyarakat Pasaman mulai berkeluh kesah tentang tuntutan ekonomi yang semakin hari semakin sulit, tidak terkecuali para insan pers di Pasaman merasakan hal ini.

Seperti yang diutarakan salah seorang wartawan senior di Pasaman. Menurutnya, tidak ada keinginan DPRD Pasaman untuk kerjasama dengan insan pers di daerah itu.

“Kalau mereka berniat untuk bekerjasama dengan media, tentu bisa mereka mencarikan salusinya, termasuk anggarannya. Jika kita hitung, anggaran kerjasama media untuk satu tahun tidak mencapai satu kali anggaran kegiatan wakil rakyat ke luar daerah,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, sampai sekarang ini belum ada keterangan resmi baik dari Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Asfandi maupum dari Sekretaris Dewan, Dedi. (Dian)