Kadis PUPR Dharmasraya Berikan Penjelasan Terkait Kondisi Kerusakan Jalan

Dharmasraya, Sumbarjaya.com ` Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya, Zakirman, memberikan penjelasan terkait kondisi kerusakan jalan penghubung Nagari Alahan Nan Tigo–Lubuk Besar yang belakangan menjadi sorotan dimata masyarakat.

Ia meneyebut, jalan penghubung Alahan Nan Tigo-Lubuk Besar yang dikenal sebagai ruas Lingkar Batu Kangkung–Lubuk Besar memiliki total panjang sekitar 12,6 kilometer dan berstatus sebagai jalan kabupaten. 

Selain itu, Jalan Koto Gadang di Kecamatan Koto Besar juga merupakan bagian dari ruas Jalan Abai Siat–Batas Solok Selatan dengan total panjang mencapai 42,9 kilometer.

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor utama. Di antaranya, beban lalu lintas yang tidak sesuai dengan kelas jalan, khususnya pada ruas Abai Siat–Batas Solok Selatan. 

Selain itu, kondisi topografi pada ruas Lingkar Batu Kangkung–Lubuk Besar yang cukup ekstrem serta faktor cuaca turut mempercepat tingkat kerusakan.

“Kerusakan jalan ini memang sudah terjadi cukup lama. Dinas PUPR telah melakukan survei lapangan untuk menyiapkan Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai dasar penanganan,” ujar Zakirman kepada awak media Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, rencana perbaikan jalan tersebut akan diusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Di sisi lain, Dinas PUPR juga berupaya mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Ia menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan besar dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Dharmasraya. Terlebih lagi, saat ini tidak lagi tersedia Dana Transfer Daerah dari pemerintah pusat.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan terbesar dalam meningkatkan dan memperbaiki infrastruktur jalan yang ada,” katanya.

Meski demikian, Dinas PUPR menyambut positif partisipasi masyarakat yang secara swadaya melakukan perbaikan jalan. Ia berharap, ke depan keterlibatan masyarakat tersebut juga diikuti oleh dukungan pihak swasta dan perusahaan.

“Kami menyambut baik partisipasi masyarakat. Infrastruktur jalan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga diharapkan juga peran aktif dari pihak swasta dan perusahaan,” ujarnya.

Terkait kepastian waktu pelaksanaan perbaikan secara menyeluruh, Zakirman menyebut pihaknya masih menunggu proses verifikasi usulan melalui program Inpres Jalan Daerah. 

” Kami sambil menunggu. Dinas PUPR terus mendorong perusahaan agar dapat melakukan perbaikan jalan di wilayah operasionalnya melalui program CSR,” katanya. (Dan)