Kesenian Tradisional Saniang Baka Singo Barantai, Lestarikan Budaya Minangkabau

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Kesenian tradisional Singo Barantai terus menjadi simbol pelestarian budaya Minangkabau di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Kesenian rakyat yang sarat nilai sejarah dan filosofi kehidupan ini hingga kini tetap dijaga dan diwariskan oleh masyarakat melalui Sanggar Seni Singo Barantai Saniang Baka sebagai identitas budaya lokal yang bernilai tinggi, Sabtu (24/1/2026).
Singo Barantai merupakan pertunjukan seni tradisional yang memadukan unsur tari, musik tradisional, serta atraksi simbolik yang menggambarkan keberanian, kebersamaan.

Dan juga kearifan lokal masyarakat Minangkabau. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat, pesta rakyat, hingga peringatan hari besar nagari.
Tokoh Kesenian Saniang Baka sekaligus pembina Sanggar Seni Singo Barantai, Amrius Sutan Lenggang, mengatakan bahwa pelestarian kesenian ini dilakukan melalui pembinaan generasi muda secara rutin.
Latihan dilaksanakan satu kali dalam seminggu, setiap malam Minggu, dengan peserta mulai dari usia sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah atas.
Latihan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan anak-anak dan remaja Nagari Saniang Baka sebagai bentuk regenerasi pelaku seni tradisional.
“Pelestarian Singo Barantai merupakan tanggung jawab bersama. Jika tidak dijaga, maka generasi mendatang hanya akan mengenal budaya ini dari cerita,” ujar Amrius Sutan Lenggang.

Ia menambahkan, pembinaan generasi muda sangat penting agar kesenian Minangkabau tidak terkikis oleh perkembangan zaman, terlebih dengan derasnya pengaruh media sosial terhadap minat dan pola pikir generasi muda saat ini.
“Kami latih anak-anak dari usia SD sampai SMA supaya mereka cinta dengan budaya sendiri. Kalau tidak kita jaga sekarang, budaya Minangkabau bisa terkikis oleh zaman, apalagi dengan pengaruh media sosial yang sangat kuat,” ungkapnya.
Menurutnya, kesenian tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mengajarkan nilai gotong royong, disiplin, keberanian, serta rasa bangga terhadap identitas budaya Minangkabau.
Ia berharap generasi muda terus aktif dalam kegiatan seni tradisional sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan leluhur.
Masyarakat Saniang Baka juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, lembaga adat, dan institusi pendidikan dalam pembinaan sanggar seni, penyelenggaraan festival budaya, serta dokumentasi kesenian tradisional.
Dukungan tersebut dinilai penting agar Singo Barantai tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Dengan pelestarian yang berkelanjutan, Singo Barantai diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Saniang Baka, tetapi juga menjadi bagian dari kemenjadi bagian dari kekayaan budaya Minangkabau yang dikenal luas hingga tingkat regional dan nasional. (Yef)
