Menteri PU Targetkan Sekolah Rakyat di Dharmasraya

Dharmasraya, Sumbarjaya.com ~ Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target agar dapat dimanfaatkan pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody didampingi Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhan, Rabu (6/5/2026).

Menteri PU mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya terus dipercepat agar penyelesaian pekerjaan tetap sesuai jadwal.

“Ini mudah-mudahan sampai 20 Juni selesai. Mungkin ada beberapa yang belum selesai tuntas, dan sudah saya sampaikan agar rumput untuk lapangan bola segera disemai karena itu memakan waktu cukup lama dan tidak bisa mendadak, overall bagus,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Dharmasraya ini terus dikejar dengan target progres harian minimal 2 persen agar pekerjaan dapat segera diselesaikan.

“Untuk Sekolah Rakyat (SR) di Dharmasraya ini kita kebut. Mudah-mudahan per hari bisa minimal 2 persen. Kalau misalnya per hari nggak bisa mencapai 2 persen karena hujan atau lainnya. 

Besoknya saya minta untuk di-catch up. Jadi, kalau hari ini ketinggalan setengah persen, berarti besoknya mesti 2,5 persen. 

Karena adik-adik kita yang sekarang masih berada di Sekolah Rakyat Rintisan harus bisa masuk ke sekolah yang baru pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026,” terang Menteri Dody.

Ia juga menyampaikan bahwa apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat (SR), mulai dari Satgas Percepatan SR Tahap 2.

Tim Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, hingga kontraktor pelaksana terus memastikan progres harian dan kesiapan material di lapangan.

Satgas Percepatan SR Tahap 2 bekerja dengan baik. Koordinasinya bagus. Kontraktor juga bergerak cepat. 

“Semua bekerja sama untuk memastikan progres harian berjalan baik termasuk kesiapan material,” ujarnya.

Sekolah Rakyat (SR) dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti asrama, tempat makan, rumah ibadah.

Kemudian fasilitas olahraga, lapangan sepak bola, hingga lapangan atletik. Seluruh kebutuhan pendidikan siswa, termasuk seragam dan buku, juga ditanggung oleh pemerintah.

Untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dilaksanakan melalui Kementerian PU sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang layak bagi masyarakat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ini semua adalah ide dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan tujuan agar kemiskinan ekstrim dapat segera dihapuskan dari Indonesia,” katanya.

Dengan semboyan PU 608. Dan penghapusan kemiskinan ekstrim itu paling mudah melalui sekolah. Tidak ada cara lain. Di samping itu juga untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Sementara, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar) Vasko Ruseimy mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. 

“Dan juga pemerintah Provinsi telah menargetkan pembangunan tambahan sebayak 7 Sekolah Rakyat pada tahun depan dengan luas kawasan rata-rata 8–10 hektar,” pungkasnya. (DnL)