Moment Idul Adha Menjadi Ruang Perkuat Solidaritas Bagi Warga Yang Terdampak Hidrometeorologi

Padang, Sumbarjaya.com ~ Moment Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Padang menjadi ruang memperkuat solidaritas bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. 

Bantuan hewan kurban dari Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia disalurkan untuk penyintas yang masih menempati hunian sementara (huntara) di Kecamatan Koto Tangah.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran yang juga menjabat Ketua DMDI Sumatra Barat di Huntara Lubuk Buaya, Kamis (28/5/2026).

Kemudian, daging sapi kurban akan dibagikan kepada 109 kepala keluarga terdampak bencana yang saat ini tinggal di Huntara Rumah Nelayan dan Rusunawa Lubuk Buaya.

Program penyaluran hewan kurban ini merupakan agenda rutin DMDI Indonesia setiap Idul Adha. Tahun ini, bantuan difokuskan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat, termasuk Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang, penyaluran kurban memiliki makna lebih luas daripada sekadar distribusi bantuan pangan.

Wali Kota Padang juga menegaskan, moment Idul Adha menjadi pengingat penting tentang nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan, terutama bagi warga yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

“Hari Raya Idul Adha ini mengajarkan kita untuk menilai keikhlasan dan kepedulian. Di tengah kondisi pascabencana dan tantangan ekonomi, kita ingin memastikan masyarakat tetap merasakan kebersamaan dan perhatian,” ujar Wako Fadly.

Ia menilai, perhatian terhadap penyintas tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial sesaat, tetapi juga melalui upaya menghadirkan kepastian hunian yang layak dan aman.

Karena, Pemerintah Kota Padang terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.

Wako Fadly juga menjelaskan, ada sekitar 500 unit huntap telah disiapkan di sejumlah lokasi, yakni Balai Gadang, Simpang Haru, dan Pauh.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 unit tahap pertama ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan mendatang.

“Untuk pembangunan huntap di Balai Gadang progresnya sudah hampir 40–50 persen. Kita juga telah mengajukan bantuan fasilitas pendukung ke pemerintah pusat, namun jika belum terealisasi, Pemko Padang tetap akan mengupayakannya melalui APBD,” katanya.

Menurutnya, percepatan pembangunan huntap menjadi bagian penting untuk memulihkan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat kembali menjalani aktivitas sosial dan ekonomi secara lebih baik.

Sementara, Wakil Ketua DMDI Sumatra Barat, Pun Ardi juga menyampaikan bahwa bantuan sapi kurban tersebut merupakan amanah Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatra Barat.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menghadirkan semangat baru bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.

“Bantuan ini diharapkan bisa membantu masyarakat terdampak bencana agar segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan aman serta ekonomi yang kembali bergerak,” ujar Pun Ardi.

Huntara Lubuk Buaya, Idul Adha tahun ini menghadirkan pesan bahwa, semangat berkurban tidak hanya bermakna ibadah personal, tetapi juga solidaritas sosial dan keberpihakan kepada warga yang masih berjuang memulihkan kehidupannya di pascabencana. ( i )