Pemkab Pesisir Selatan Terus Perkuat Upaya Penyediaan Hunian Yang Layak Bagi Masyarakat

Pesisir Selatan, Sumbarjaya.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan terus memperkuat upaya penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat, dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Bank Nagari Cabang Painan, dalam mendukung untuk pembiayaan rumah bersubsidi. 

Penandatanganan kerja sama (MoU) tersebut berlangsung selesai sekaligus dengan pembukaan Pameran Perumahan Bersubsidi yang diselenggarakan Forum Developer Pesisir Selatan pada Senin (20/7/2026).

Penandatanganan kerja sama ini, menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, SH.,MH juga mengatakan bahwa, penyediaan rumah layak huni tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. 

Menurut Bupati, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang agar kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau dapat terpenuhi seutuhnya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bank Nagari yang telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mendukung pembiayaan rumah bersubsidi. Sinergi ini diharapkan semakin memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak  bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Ia juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat melalui alokasi kuota sebanyak 1.000 unit rumah bersubsidi pada tahun 2026 ini.

Jumlah kuota tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara langsung.

Melalui skema KPR FLPP, bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah memperoleh sejumlah kemudahan, antara lain suku bunga tetap sebesar 5 persen per tahun, uang muka yang ringan, serta cicilan yang relatif terjangkau. 

Pemerintah berharap skema tersebut mampu meningkatkan angka kepemilikan rumah pertama di Kabupaten Pesisir Selatan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, program rumah bersubsidi juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. 

“Pembangunan perumahan berpotensi mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, meningkatkan permintaan terhadap industri bahan bangunan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Dari data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pesisir Selatan, telah menunjukkan masih ada terdapat sekitar 3.432 aparatur sipil negara (ASN) yang belum memiliki rumah pribadi. 

Kondisi ini menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk terus memperluas akses pembiayaan, tidak hanya bagi ASN, tetapi juga anggota TNI, Polri, serta masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi ketentuan program.

Sementara itu, Kepala Divisi Kredit dan Mikro Banking Bank Nagari, Busnel Watson, menyatakan bahwa program KPR FLPP dirancang untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah memiliki rumah dengan skema pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. 

Menurut Busnel, Bank Nagari berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Rrealisasi target penyediaan rumah bersubsidi akan bergantung pada sejumlah faktor.

Seperti untuk kesiapan dalam pengembang, menyediakan unit sesuai spesifikasi, kelengkapan persyaratan calon penerima, proses verifikasi, hingga penyaluran pembiayaan oleh perbankan. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara optimal agar program berjalan tepat sasaran.

Sinergi antara Pemkab Pesisir Selatan, Bank Nagari, Forum Developer Pesisir Selatan, dan pemerintah pusat, pameran perumahan bersubsidi diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi.

Akan tetapi juga memberikan informasi yang komprehensif mengenai pilihan hunian, persyaratan administrasi, serta mekanisme pengajuan KPR FLPP. 

“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat, sekaligus menyukseskan program nasional pembangunan tiga juta rumah,” pungkasnya. (Rizal)

.