Perpisahan Bukan Sekedar Salam Terakhir, Melainkan Jembatan Menuju Masa Depan

Tanah Datar, Sumbarjaya.com ~ Acara perpisahan bukan sekadar salam terakhir, melainkan jembatan menuju masa depan. Itulah nuansa yang terasa dalam pelepasan siswa kelas XII di SMKN 1 Tanjung Baru, yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan, Kamis (30/4/2026).

Di acara ini, menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan selama tiga tahun bagi para siswa. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai tokoh pendidikan, komite sekolah.

Dan serta Kepala Kekolah dari sejumlah SMK di Kabupaten Tanah Datar, seperti SMKN 1 Batipuh, SMKN 1 Batusangkar, SMKN 2 Batusangkar, dan SMKN 1 Lintau. Kehadiran mereka menambah makna kebersamaan dalam momen penting tersebut.

Pada rangkaian acara diisi dengan penampilan seni dari para siswa, mulai dari tari tradisional hingga pertunjukan musik. 

Para guru, orang tua, dan seluruh civitas sekolah turut hadir memberikan do’a dan dukungan kepada para siswa yang akan melangkah ke jenjang berikutnya.

Kepala sekolah, Sri Karmila, dalam kata sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa. Ia menegaskan bahwa para lulusan kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni sekolah.

“Langkah kalian mungkin menjauh dari gerbang sekolah ini, namun jejak kalian akan selalu tertinggal dalam sejarah kami,” ujar Sri.

Ia juga menekankan bahwa momen perpisahan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru yang harus dihadapi dengan semangat dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di sekolah.

“Acara perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan prolog dari kisah panjang yang akan kalian ukir. Bawalah jiwa kerja keras, kejujuran, dan kebersamaan ke mana pun kalian melangkah,” ucapnya.

Kepala sekolah Sri Karmila turut menegaskan bahwa kekuatan utama sekolah terletak pada kebersamaan dan ketulusan seluruh warga sekolah.

“Kami mungkin bukan sekolah besar, tapi kami punya hati yang besar,” ujarnya.

Dalam suasana semakin emosional saat prosesi pelepasan berlangsung. Sejumlah siswa tampak menitikkan air mata, mengenang kebersamaan yang telah terjalin selama tiga tahun. 

Momen ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama. Perwakilan siswa juga menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada para guru.

“Kami mohon maaf atas segala kesalahan selama ini, dan terima kasih atas ilmu yang telah diberikan. Jasa bapak dan ibu guru akan selalu kami ingat,” tambahnya.

Acara perpisahan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan, menandai berakhirnya masa sekolah dan dimulainya langkah baru menuju masa depan. 

“Harapan besar pun mengiringi para lulusan agar mampu menggapai cita-cita dengan bekal ilmu, keterampilan, dan karakter yang telah dibentuk selama di bangku sekolah,” katanya. (S.A)