PT. AMP Gelar Simulasi Tanggap Darurat, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Bersama Masyarakat dan Instansi Terkait

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com – ebagai bukti nyata komitmen berkelanjutan terhadap keselamatan kerja, perlindungan lingkungan serta kepedulian sosial, PT. AMP Plantation yang tergabung dalam Wilmar Group menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Kebencanaan pada Kamis (30/7/2026).

Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh unit operasional perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah kerja memiliki kesiapan yang matang dalam merespons berbagai potensi kondisi darurat.

Materi yang disampaikan mencakup penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), gempa bumi, banjir, potensi gangguan keamanan, hingga keselamatan pemukiman seperti penggunaan gas LPG rumah tangga.

Kegiatan penyegaran kemampuan (refresh training) ini melibatkan sepenuhnya Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) Wilmar Region Agam dan Pasaman Barat, yang mencakup PT. AMP Plantation, PT. Gersindo Minang Plantation, PT. Permata Hijau Pasaman, serta PT.

Primatama Muliajaya. Selain unsur internal perusahaan, pelatihan ini juga melibatkan warga sekitar perumahan dan wilayah kebun untuk membangun sinergi mitigasi bencana yang komprehensif.

Agar penanganan berjalan profesional dan sesuai regulasi yang berlaku, pihak perusahaan menggandeng instansi teknis berwenang sebagai narasumber dan instruktur, yaitu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Group Estate Manager (GEM) Wilmar Region Agam, Sosialisman, menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa melengkapi dan memperbarui fasilitas serta sarana prasarana tanggap darurat sesuai standar dan instruksi pemerintah.

“Kita telah melengkapi seluruh sarana prasarana tanggap darurat sesuai regulasi, agar Tim TPKD lebih sigap saat menghadapi situasi darurat.

Melalui sosialisasi dan praktik langsung bersama Satpol-PP, Damkar, dan Basarnas ini, kita berharap kemampuan dan pengetahuan tim di wilayah Agam maupun Pasaman Barat semakin meningkat,” ujar Sosialisman.

Ia menegaskan, keberadaan PT. AMP Plantation dan seluruh anggota Wilmar Group di wilayah ini tidak hanya berorientasi pada kelancaran operasional bisnis.

Perusahaan juga bertekad menjadi pelopor perlindungan lingkungan sekaligus mitra tangguh masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kita tidak hanya berfokus pada bisnis. Lebih dari itu, kita siap berperan sebagai pelopor keselamatan lingkungan, beriringan dengan masyarakat dan instansi terkait dalam mengantisipasi segala risiko bencana,” pungkas Sosialisman. (Adi)