Rehabilitas Air Bersih Paninggahan di Mulai, PDAM Gandeng WIKA & Konsultan Jakarta

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Direktur Utama PDAM Kabupaten Solok, Febri Fauza S, PT, MM, memimpin langkah rehabilitasi pasca bencana di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih.

Survei akhir yang digelar bersama PT Wijaya Karya (Persero) dan konsultan PT Arkonin Engineering Jakarta menjadi fondasi perencanaan pemulihan infrastruktur air bersih yang terdampak bencana beberapa waktu lalu. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan survei dilakukan oleh tim gabungan dengan meninjau langsung kondisi jaringan distribusi, sumber mata air, serta fasilitas pendukung lainnya.

Febri Fauza menekankan bahwa hasil survei ini akan menjadi pedoman utama dalam menyusun rencana rehabilitasi dan peningkatan layanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat Paninggahan kembali menikmati air bersih secara optimal dan berkelanjutan. Survei ini penting untuk memastikan rehabilitasi berjalan tepat sasaran dan efisien,” tegas Febri Fauza.

Pihak PT. Wijaya Karya menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan melalui pendekatan teknis yang terintegrasi.

Sementara tim konsultan dari PT Arkonin Engineering melakukan kajian teknis mendalam, termasuk analisis risiko bencana di masa depan agar sistem baru lebih tangguh dan aman.

Wali Nagari Paninggahan menyambut baik langkah ini dan berharap proses perbaikan bisa segera direalisasikan. “Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat, terutama pasca bencana. Kami berharap tindak lanjutnya cepat dan menyeluruh,” ujarnya.

Selain meninjau kondisi fisik, tim juga melakukan evaluasi terhadap kapasitas pompa, bak penampung, dan kualitas air yang tersedia. Langkah ini memastikan rehabilitasi tidak hanya memulihkan layanan, tetapi juga meningkatkan kualitas sistem distribusi air.

Rencananya, seluruh temuan survei akan dituangkan dalam dokumen perencanaan teknis. Dokumen ini akan menjadi acuan proyek rehabilitasi, mulai dari penentuan prioritas perbaikan hingga anggaran dan jadwal pengerjaan lapangan.

Kolaborasi PDAM, WIKA, dan konsultan ini juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Pendekatan partisipatif diharapkan mempercepat proses rehabilitasi dan memastikan keberlanjutan layanan air bersih.

Tak kalah penting, tim memberikan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai pemeliharaan fasilitas air bersih pasca rehabilitasi. Partisipasi warga diyakini akan menjaga kualitas layanan agar tetap optimal dan tahan lama.

Dengan langkah-langkah ini, PDAM Kabupaten Solok optimistis layanan air bersih di Paninggahan akan segera pulih dan memenuhi kebutuhan warga secara memadai.

Proses rehabilitasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan layanan publik yang cepat, aman, dan berkelanjutan. (Yef)