Sekda Medison Pimpin Rakor OPD, Fokus Evaluasi Program dan Pelayanan Publik

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat sinergi dan koordinasi antar perangkat daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Hal tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si., di ruang kerja Sekda, Senin (2/2/2026).

Rakor tersebut dihadiri oleh Staf Ahli, para Asisten, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan yang telah berjalan, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi agenda dan tantangan pembangunan daerah ke depan.

Dalam arahannya, Sekda Medison menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan secara parsial.

Diperlukan kesatuan langkah, keselarasan visi, serta semangat kebersamaan antar seluruh OPD agar program yang dijalankan benar-benar efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pemerintahan yang kuat bukan hanya dibangun dari regulasi, tetapi dari kolaborasi. Kita harus memastikan setiap kebijakan lahir dari dialog, setiap program tumbuh dari sinergi, dan setiap pelayanan berakar pada kepentingan masyarakat,” ujar Medison.

Sekda Medison juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang intensif antar OPD. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan keseriusan seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Seluruh OPD harus memiliki pemahaman yang sama terhadap prioritas pembangunan daerah. Dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, program yang dilaksanakan akan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kerja, mengevaluasi capaian kinerja. Dan serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan daerah, dan optimalisasi pemanfaatan anggaran.

Lebih lanjut, Sekda Medison mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja aparatur yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada hasil.

Ia menilai aparatur pemerintah merupakan representasi negara di mata masyarakat, sehingga setiap tindakan harus mencerminkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian.

“Kita ingin menghadirkan pemerintahan yang hadir, mendengar, dan bekerja. Pemerintahan yang tidak hanya mengatur, tetapi juga melayani. Tidak hanya merencanakan, tetapi juga menuntaskan,” tambahnya.

Selain evaluasi program, rapat juga membahas pelaksanaan program MBG yang hingga saat ini masih terdapat 29 yayasan yang belum berjalan.

Terkait hal tersebut, Sekda meminta OPD terkait untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan lokasi dan titik MBG yang belum beroperasi, sehingga dapat diketahui kendala yang dihadapi dan segera dicarikan solusi yang tepat.

“Program prioritas daerah dan MBG bukan sekedar agenda, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kerja sama yang solid dan tanggung jawab bersama,” pungkas Sekda.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap tercipta kesamaan persepsi dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. (Yef)