Susi Sofianti Saidani Goro Bersama Pascabencana Bentuk Kepedulian Pemerintah dan Masyarakat

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo)Kabupaten Solok Susi Sofianti Saidani, SH.MM menegaskan bahwa kegiatan gotong royong (Goro) bersama pasca banjir dan galodo.
Ini merupakan bentuk nyata dan kepedulian pemerintah dan masyarakat, dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Nagari Paninggahan dan Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Jumat (30/1/2026).
Hal tersebut disampaikan Susi Sofianti Saidani saat mendampingi Wakil Bupati Solok H. Candra, S.HI dalam kegiatan Goro massal yang juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Medison, jajaran SKPD dan OPD, serta masyarakat setempat.
“Goro pasca bencana adalah wujud kepedulian bersama. Pemerintah hadir, masyarakat bergerak, dan pelajar dilibatkan sebagai bagian dari edukasi serta pembentukan karakter edukasi peduli lingkungan,” ujar Susi Sofianti Saidani di sela kegiatan.
Gotong royong (Goro) bersama tersebut diikuti seluruh SKPD dan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, para camat se-Solok bagian utara, siswa SD dan SMP se-Solok bagian utara.

Dan serta siswa SMA dan SMK di bawah koordinasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Barat Wilayah III bersama Plt Riko Fernanda, S.Pd. Keterlibatan pelajar menjadi bagian dari edukasi kebencanaan dan penguatan nilai gotong royong sejak dini.
Wakil Bupati Solok juga menyampaikan bahwa semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat merupakan kunci utama, dalam proses pemulihan pasca banjir dan galodo.
Menurutnya, kegiatan gotong royong tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Sekda Kabupaten Solok Medison menambahkan bahwa kegiatan Goro massal ini juga menjadi sarana pembentukan karakter disiplin, kepedulian sosial.
Dan juga kesiapsiagaan bencana bagi generasi muda, sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.
Camat Junjung Sirih, Neni Amelia, S.STP, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati, Sekda, Kadis Kominfo, serta seluruh jajaran pemerintah dan dunia pendidikan.
Ia menilai kehadiran pimpinan daerah dan pelajar memberikan motivasi besar bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menata lingkungan setelah terdampak banjir dan galodo.
Kegiatan gotong royong (Goro) bersama difokuskan pada pembersihan material lumpur dan sampah banjir, saluran irigasi, jalan lingkungan, fasilitas umum, serta area permukiman warga yang terdampak bencana di dua nagari tersebut.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, mulai dari perangkat nagari, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pelajar yang turut aktif membersihkan lingkungan.
Selain sebagai aksi kebersihan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dimana warga menyampaikan aspirasi terkait penanganan pasca bencana, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana di wilayah Solok bagian utara.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap kegiatan gotong royong pasca banjir dan galodo dapat terus digalakkan secara rutin sebagai bagian dari pemulihan bencana.
Guna untuk penguatan partisipasi masyarakat, pendidikan karakter pelajar, serta upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana. (Yef)
