Tim SAR Berhasil Temukan Korban Long Boat Yang Terbalik di Mentawai

Mentawai, Sumbarjaya.com ~ Tim SAR gabungan pada akhirnya berhasil menemukan korban bernama Jajanggi (48), korban hilang akibat kecelakaan long boat yang terbalik di perairan Sagulung, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Selasa (9/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menyebut bahwa jasad korban ditemukan mengapung pada hari kedua pencarian, sekitar pukul 09.30 WIB.

“Korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia pada jarak 0,83 nautical mile (NM) arah barat dari lokasi kejadian. 

Jasad korban langsung dievakuasi ke perkampungan Sagulubbek untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Benteng.

Kecelakaan pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah long boat bermesin 40 PK berwarna coklat berencana menjemput warga yang sakit dari Pantai Sagalubeg menuju TuaPeijat. 

Namun, saat hendak keluar dari Pintu Muara Sagalubeg, kapal tersebut dihantam ombak besar akibat cuaca ekstrem hingga terbalik.

Long Boat tersebut mengangkut tiga orang penumpang. Dua korban di antaranya, yaitu Danil (30) dan Hendrikus (34), berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, Jajanggi dinyatakan hilang terseret arus.

Kantor SAR Mentawai yang menerima laporan resmi pada Senin sore pukul 17.35 WIB langsung mengerahkan tim rescue berkekuatan 6 personel menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat). 

Upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada Senin malam pukul 21.00 WIB akibat kendala cuaca berupa hujan, angin kencang berkecepatan 9 knots, gelombang setinggi 2 meter, serta terbatasnya jarak pandang. 

Pencarian kedua kembali dilanjutkan pada hari Selasa pagi pukul 06.30 WIB melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, dan nelayan setempat hingga korban berhasil ditemukan.

Menyikapi peristiwa tragis ini, Benteng Hilton mengimbau keras kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kepulauan Mentawai, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan pelampung (life jacket/life vest) serta membawa alat komunikasi darurat seperti PLB, EPIRB, atau radio marabahaya saat hendak melaut demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (Rizal)