Tragedi di Kolam Pengambilan Getah Karet, Dua Warga Muarotais Tenggelam di Nyatakan Meninggal Dunia di Rimbo Janduang

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Suasana duka menyelimuti masyarakat Nagari Rimbo Janduang, Kecamatan pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, setelah terjadinya peristiwa nahas yang merenggut nyawa dua orang warga dari Nagari Muarotais.
Peristiwa tenggelam tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, di sebuah lokasi perkebunan karet di wilayah Rimbo Janduang, Sabtu (23/5/2026) sore.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun di lokasi kejadian, kedua korban merupakan warga Muarotais yang datang ke lokasi tersebut untuk melakukan transaksi pembelian getah karet.


Getah karet yang menjadi objek pembelian itu diketahui berada di dalam sebuah kolam penampungan. Karena posisinya berada di dasar kolam dan sulit diambil dari pinggir, salah satu korban berinisiatif masuk ke dalam kolam dengan maksud menyelam dan mengambil barang yang dibelinya tersebut.
Sementara itu, rekannya menunggu di pinggir kolam sambil mengawasi. Namun, setelah beberapa lama menunggu dan korban pertama tidak juga muncul ke permukaan maupun memberi tanda, rekannya mulai merasa khawatir.
Melihat temannya tak kunjung muncul, korban kedua pun nekat masuk ke dalam kolam dengan tujuan menolong atau mencari keberadaan kawannya itu.
Namun, nasib naas justru menimpa keduanya. Setelah masuk ke dalam kolam, korban kedua juga tidak muncul kembali ke permukaan air. Warga yang ada di sekitar lokasi mulai berteriak dan meminta bantuan menyaksikan kejadian yang sangat mendadak dan tragis tersebut.
Setelah dilakukan upaya penanganan dan pencarian oleh warga, kedua jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan diangkat ke darat. Sayangnya, nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan sudah meninggal dunia saat ditemukan.
Mendapatkan laporan kejadian tersebut, berbagai unsur terkait segera bergerak cepat menuju lokasi. Hadir dalam penanganan di antaranya unsur Babinsa dan Babinkamtibnas yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Kemudian perangkat Nagari Rimbo Janduang dan pihak Badan Musyawarah (Bamus), serta tenaga medis dari bidan desa yang berupaya memberikan pertolongan pertama, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Pihak berwenang sementara ini masih mendalami penyebab pasti mengapa kedua korban tidak dapat keluar dari kolam tersebut.
Diduga kuat, kedalaman kolam serta kondisi dasar kolam yang licin atau berlumpur menjadi faktor utama yang menyebabkan kedua korban kesulitan bergerak dan akhirnya tenggelam.
Peristiwa ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Kehadiran aparat, dan perangkat nagari, dan warga setempat menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dalam menangani musibah ini, serta membantu proses penyerahan jenazah kepada keluarga untuk selanjutnya dimakamkan sesuai adat dan agama.
Kepada seluruh masyarakat dan pengunjung perkebunan, diimbau agar selalu berhati-hati dan mempertimbangkan keselamatan saat bekerja di dekat atau di dalam perairan, mengingat risiko bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (Adi)
