Tragedi Ibu Hamil Ditandu di Rura Patontang Jadi Evaluasi Bersama, Pemkab Pasaman Barat Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Peristiwa memilukan terjadi di Jorong Rura Patontang, Nagari Batahan Utara, Kabupaten Pasaman Barat. Seorang ibu hamil terpaksa ditandu warga menuju akses transportasi saat hendak melahirkan, namun sayang bayi yang dikandungnya meninggal dunia.

Tragedi ini kini menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi utama bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk memperbaiki dan memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah pelosok, Kamis (14/5/2026)

Kejadian ini kembali membuka pandangan publik mengenai beratnya tantangan akses pelayanan kesehatan di wilayah yang memiliki kondisi geografis sulit dan terbatasnya sarana transportasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, dr. Gina, menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau kembali seluruh alur pelayanan.

Ia menegaskan, tenaga kesehatan di lapangan sebenarnya telah berupaya maksimal menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, namun hambatan medan menjadi kendala utama.

“Wilayah seperti Rura Patontang memang memiliki akses yang cukup sulit dilalui. Selama ini bidan desa juga terus melakukan edukasi, mengimbau ibu hamil untuk segera menghubungi petugas saat muncul tanda persalinan, agar penanganan bisa dilakukan lebih dini dan cepat,” ungkap dr. Gina.

Fasilitas Sudah Tersedia, Terus Dilengkapi.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan hingga ke pelosok sudah berjalan. Di lokasi kejadian saat ini telah tersedia Polindes lengkap dengan tenaga bidan, persediaan obat-obatan, dan perlengkapan dasar.

Sebagai langkah pengembangan, fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Pengambiran juga sedang dilengkapi, agar nantinya dapat berfungsi sebagai tempat pelayanan persalinan yang lebih dekat jangkauannya bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Pemkab juga telah menyiapkan fasilitas strategis berupa Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di kawasan Jambak, lokasinya berdekatan langsung dengan RSUD Pasaman Barat.

Fasilitas ini khusus diprioritaskan bagi ibu hamil berisiko tinggi maupun warga yang tinggal jauh dari akses jalan dan rumah sakit.

Namun, berdasarkan data yang ada, fasilitas ini ternyata belum dimanfaatkan oleh warga dari wilayah Batahan Utara.

“RTK disiapkan khusus supaya ibu hamil daerah terpencil bisa berada dekat layanan kesehatan menjelang waktu bersalin. Ke depan kami akan tingkatkan sosialisasi guna memastikan fasilitas ini digunakan secara maksimal oleh masyarakat,” tambahnya.

Kendala Medan dan Langkah Strategis.

Untuk kondisi gawat darurat, puskesmas sebenarnya sudah dilengkapi ambulans jenis double gardan. Akan tetapi, kendaraan tersebut tetap belum bisa menjangkau langsung ke titik lokasi karena kondisi jalan yang belum memadai untuk kendaraan roda empat.

Menyikapi hal itu, berbagai program preventif terus digalakkan. Mulai dari kelas ibu hamil, penyuluhan kesehatan, hingga program Dokter Masuk Nagari yang menghadirkan layanan USG secara gratis di daerah terpencil.

Ke depannya, Dinas Kesehatan memastikan akan mengaktifkan kembali dan mengoptimalkan Program Desa Siaga serta Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Fokus utamanya adalah penguatan edukasi keluarga, peran bidan desa, serta peningkatan mutu layanan kesehatan ibu dan anak.

Tragedi di Rura Patontang menjadi pelajaran berharga bahwa pelayanan di wilayah terisolir membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Baik itu kesiapan fasilitas kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, maupun peningkatan kesadaran masyarakat, semuanya harus berjalan beriringan agar kasus serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. (Adi)