Tunggu Bantuan Pemda Tak Kunjung Datang, Warga Rimbo Janduang Gotong Royong Bangun Jembatan Sebesar Rp30 Juta

Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ Warga Jorong Rimbo Janduang, Kenagarian Lingkuang Aua Baru, bergotong royong merehabilit jembatan penghubung yang berada di ruas jalan umum Batang Lingkin – Rimbo Janduang – Padang 7.
Pembangunan ini murni dibiayai dari dana swadaya masyarakat yang dikumpulkan oleh para tokoh setempat dengan estimasi biaya mencapai Rp30 juta.

Keputusan untuk membangun secara mandiri ini diambil melalui musyawarah bersama antara Niniak Mamak, Kepala Jorong, Pemuka Agama, dan seluruh elemen masyarakat setempat, Rabu (15/4/2026).
Langkah ini ditempuh setelah kerusakan infrastruktur vital tersebut yang telah dilaporkan sejak tiga bulan lalu, namun hingga saat ini belum mendapatkan penanganan dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman Barat.

Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat di Jorong Rimbo Janduang maupun nagari-nagari sekitarnya.
“Mengingat kondisi jembatan yang sudah rusak parah dan membahayakan, maka kami sepakat mengumpulkan dana secara mandiri untuk merehabilitasinya,” ujar perwakilan tokoh masyarakat setempat.
Dana sebesar kurang lebih Rp30 juta tersebut yang dihimpun dari kepedulian dan partisipasi warga. Masyarakat berharap semangat gotong royong ini dapat menjadi motivasi bagi semua pihak, untuk terus peduli terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur di sekitarnya.
Harapan Ada Perhatian Pemerintah Daerah.
Meskipun membangun secara bergotong royong swadaya, masyarakat tetap berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat ke depannya.
Mereka menegaskan bahwa pembangunan ini dilakukan semata-mata demi keselamatan dan kepentingan umum, mengingat jika dibiarkan rusak, dikhawatirkan akan memakan korban jiwa.
“Kami sudah memberitakan kondisi ini, Kerusakan jembatan tersebut lebih kurang 2 tahun, dan sudah dilaporkan ke Dinas PU Pasaman Barat.
Namun sampai detik ini belum ada tindakan nyata dari dinas terkait. Karena tidak ada komitmen pembangunan dari pihak terkait, akhirnya kami warga yang bergerak,” ungkapnya.
“Kami harap ke depannya ada perhatian khusus dari Pemda Pasaman Barat terhadap infrastruktur di wilayah kami, mengingat jalan ini sangat vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Saat ini, proses pembangunan jembatan hasil gotong royong swadaya masyarakat berjalan dengan semangat kebersamaan, sebagai bukti dari kepedulian warga terhadap kemajuan daerahnya sendiri. (Adi)
