Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta : Golkar Adalah Partai Penyejuk dan Pilar Strategis di Payakumbuh

Payakumbuh, Sumbarjaya.com ~ Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, memberikan penegasan penting mengenai arah politik dan pembangunan kota saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kota Payakumbuh di Hotel Mangkuto pada, Kamis (22/1/2026).

Dalam pidatonya yang sarat makna, Zulmaeta memosisikan Partai Golkar bukan sekadar kontestan politik, melainkan elemen vital dalam mesin besar pemerintahan.

Di hadapan ratusan kader yang “menguningkan” aula hotel Mangkuto, Walikota Zulmaeta menekankan bahwa kekuatan sebuah kota sangat bergantung pada soliditas partai-partai pendukungnya. 

Ia menyerukan pentingnya konsolidasi internal partai untuk menciptakan sinergi yang efisien dengan eksekutif.

” Konsolidasi adalah kunci Partai yang kuat dan terstruktur akan melahirkan kinerja pemerintahan yang jauh lebih efektif. Kita butuh keselarasan visi untuk mencapai target pembangunan yang menyentuh rakyat,” tegas Zulmaeta.

Zulmaeta secara khusus memberikan apresiasi atas peran historis Partai Golkar di Kota Randang. Di mata orang nomor satu di Payakumbuh ini, Golkar memiliki “Jati Diri” politik yang dewasa karena selalu mengedepankan dialog di atas konfrontasi.

“Golkar bukan sekadar mitra, tapi mitra strategis pemerintah yang berperan sebagai ‘penyejuk’ di tengah riuhnya dinamika politik. Kami titipkan harapan besar agar Fraksi Golkar terus mengawal program-program prioritas, terutama di sektor kesehatan dan ekonomi kerakyatan,” ujar Wako Zulmaeta.

Harapan tersebut ia sampaikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, menjaga kondusivitas kota di tengah fluktuasi Politik Nasional yang dinamis memerlukan kedewasaan berpolitik yang selama ini menjadi ciri khas partai berlambang beringin tersebut.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Wakil Walikota Elzadaswarman, yang duduk berdampingan dengan Ketua DPD Golkar Sumbar, H. Khairunas.

Ini menjadi sinyal kuat harmonisasi politik di Payakumbuh. Musda XI ini pun bertransformasi menjadi panggung persatuan yang mempertemukan lintas generasi dan lintas bendera.

Hadir tokoh-tokoh kunci seperti Ketua DPRD Payakumbuh Wirman Putra Dt. Rajo Mantiko Alam, Anggota DPRD Sumbar Nella Abdika Zamri, hingga Dewan Kehormatan Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. Kehadiran mereka seolah mengonfirmasi posisi tawar Golkar sebagai pilar demokrasi yang disegani.

Dalam momen krusial Musda memuncak saat Yendri Bodra (YB) Dt. Parmato Alam terpilih kembali secara aklamasi. 

Untuk menjadi calon tunggal adalah bukti nyata bahwa kepemimpinan YB Dt. Parmato Alam dianggap tak tergantikan oleh para kader untuk masa bakti 2025-2030. (Rizal)