Warga Kecamatan Talamau Desak Pemkab Pasaman Barat Agar Bangun Jalan Alternatif

​Pasaman Barat, Sumbarjaya.com ~ ` Ancaman terhadap keselamatan warga hingga kini menghantui pengguna Jalan, yang melintasi di Jalan Propinsi Kajai-Talu menuju Panti Lubuk Sikaping.

Masyarakat setempat mendesak pemerintah Pasaman Barat dan pemerintah Provinsi, untuk segera merealisasikan pembangunan jalan alternatif, Sabtu (20/12/2025).

Kondisi Jalan yang lama semakin kritis akibat sering terjadinya tanah longsor, dan banjir yang tidak menentu jika musim hujan datang.

​Dari pantauan di lapangan, kondisi Jalan yang lama sangat membahayakan, Jalur utama yang menghubungkan Nagari Kajai dan Talu dilaporkan berada dalam kondisi rawan bencana.

Beberapa titik pada ruas jalan tersebut bersisian langsung dengan tebing yang curam, sangat membahayakan para pengendara roda empat dan dua saat melintasi Jalan tersebut.

Saat intensitas hujan tinggi, material tanah sering kali menutupi badan jalan, bahkan tak jarang menyebabkan akses terputus total.

​”Kami selalu was-was setiap kali lewat sini, apalagi kalau hujan turun. Longsor bisa terjadi kapan saja”

“Jalan ini adalah urat nadi ekonomi kami, tapi kondisinya sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan sebagai satu-satunya akses,” ujar salah seorang warga setempat.

​Pembangunan Jalan alternatif dianggap sebagai solusi permanen yang tidak bisa ditunda lagi. Berikut adalah beberapa alasan mendesak di balik tuntutan tersebut.

​Keselamatan Publik : Menghindari risiko jatuhnya korban jiwa akibat material longsor atau kendaraan yang terjatuh ke jurang. Kelancaran Ekonomi :

Memastikan distribusi hasil pertanian dan logistik dari Bangkok Talu tidak terhambat oleh penutupan jalan mendadak.

Akses Layanan Kesehatan : Mempercepat waktu tempuh menuju pusat kesehatan bagi warga di pelosok yang membutuhkan penanganan darurat.

​Tokoh masyarakat berharap pemerintah segera melakukan studi kelayakan dan pengalokasian anggaran pada tahun mendatang.

Masyarakat meminta agar jalur alternatif Kajai-Talu ini dirancang pada area yang memiliki struktur tanah lebih stabil agar tidak mengulangi masalah yang sama.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon resmi dari dinas terkait mengenai rencana tata ruang dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. (Adi Candra)