Musna Saniang Baka Jadi Momentum, Perantau Dorong Lahirnya Wali Nagari Yang Visioner

0

Kab. Solok, Sumbarjaya.com ~ Pelaksanaan Musyawarah Nagari (Musna) Nagari Saniang Baka, bertempat di Aula Kantor Wali Nagari menjadi perhatian serius para perantau, Senin (27/4/2026).

Mereka menilai forum ini sebagai momentum penting untuk mempertegas arah kepemimpinan nagari, sekaligus mendorong percepatan pemilihan Wali Nagari Pengganti Antar Waktu (PAW).

Musna yang dihadiri unsur Pemerintahan Nagari, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), serta Camat X Koto Singkarak diharapkan tidak sekadar menjadi forum rutin, tetapi mampu melahirkan keputusan strategis, terutama terkait penetapan jadwal pemilihan Wali Nagari PAW yang selama ini dinilai belum jelas.

Sejumlah perantau asal Saniangbaka yang berada di Pulau Jawa menyampaikan harapan agar dalam Musna ini ditegaskan kapan tahapan pemilihan PAW dimulai. Mereka juga menyoroti pentingnya pembentukan panitia pelaksana (P2N) oleh Pemerintahan Nagari bersama BPN sebagai langkah awal yang krusial.

“Musna ini harus jadi titik tegas. Jangan lagi berlarut-larut. P2N seharusnya sudah dibentuk agar proses pemilihan bisa segera berjalan sesuai aturan,” ujar salah seorang perantau melalui Via .

Para perantau juga menegaskan bahwa Penjabat (Pj) Wali Nagari memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.

Di sisi lain, roda pemerintahan nagari harus tetap berjalan optimal, termasuk dalam pengelolaan anggaran, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Selain percepatan pemilihan, perantau turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas proses demokrasi di nagari. Mereka menolak adanya intervensi dari pihak manapun serta mengingatkan agar tidak terjadi praktik politik uang yang dapat merusak tatanan pemerintahan nagari.

“Yang menentukan adalah perwakilan di nagari. Jangan ada intervensi dari luar, apalagi sampai ada praktik yang mencederai demokrasi. Ini harus dijaga bersama,” tegasnya.

Lebih jauh, para perantau menilai bahwa Nagari Saniang Baka memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu menjaga stabilitas sosial.

Menurut mereka, Wali Nagari PAW ke depan harus mampu menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif, aman, serta menjaga keharmonisan antar lembaga di nagari agar tidak terjadi perpecahan.

Pemimpin yang dibutuhkan adalah sosok yang mampu merangkul semua pihak, bukan yang justru menimbulkan konflik.

Di tengah kondisi pascabencana yang masih menyisakan berbagai persoalan, Wali Nagari juga dituntut mampu menghadirkan perubahan nyata meski dihadapkan pada keterbatasan dan tantangan.

Dedikasi tinggi, kemampuan manajemen pemerintahan, serta kapabilitas dalam mengambil keputusan menjadi syarat penting yang tidak bisa ditawar.

Selain itu, sikap rendah hati (low profile) dan gaya kepemimpinan yang tidak kaku dinilai penting agar mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Pemimpin yang adaptif dan terbuka diyakini akan lebih mudah menggerakkan potensi nagari.

Para perantau juga menekankan pentingnya pemahaman politik bagi seorang Wali Nagari.

Hal ini diperlukan agar mampu menjalin komunikasi dan pendekatan yang efektif dengan pihak legislatif maupun eksekutif dalam memperjuangkan program pembangunan nagari.

“Tanpa kemampuan komunikasi politik, sulit bagi nagari untuk berkembang. Pemimpin harus mampu menjembatani kepentingan nagari dengan pemerintah di atasnya,” tambah perantau lainnya.

Dengan berbagai harapan tersebut, Musna Saniangbaka hari ini diharapkan benar-benar menjadi titik awal perubahan.

Dan tidak hanya dalam menentukan jadwal pemilihan Wali Nagari PAW, tetapi juga dalam menghadirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan berpihak kepada kemajuan nagari. (Yef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *